Menuju Harmonisasi Tradisi dan Teknologi

Minggu 22-03-2026,12:05 WIB
Editor : Laela Nurchayati

Oleh: 

Fitriyanto SPdI MPd

Dosen PPKN Universitas Pancasakti Tegal

 

Bismillāhirrahmānirrahīm. Menjelang Ramadhan atau Syawal, umat Islam di Indonesia sering kali terjebak dalam dikotomi lama: Hisab atau Rukyat? Perdebatan ini seolah menjadi ritual tahunan yang tak kunjung usai. Namun, belakangan ini saya menemukan perspektif menarik yang berangkat dari keunikan linguistik Al-Qur’an. 

Saya mulai memberanikan diri menelusuri ayat-ayat suci, tentu dengan bantuan model bahasa cerdas (AI) sebagai "teleskop digital" untuk memetakan frekuensi kata, yang kemudian saya verifikasi secara manual agar tetap dalam koridor makna yang benar.

Temuan ini sederhana namun mendalam: Dalam Al-Qur’an, Allāh SWT menyebut benda langit yang kita kenal sebagai bulan dengan dua istilah yang berbeda secara gramatikal, yakni Qamar dan Hilal.

Perbedaan bentuk tunggal dan jamak pada kedua kata ini ternyata menyimpan kunci jawaban atas fenomena perbedaan awal bulan Hijriah di berbagai belahan dunia.

Realitas Fisik: Satu Bulan bagi Seluruh Bumi

Dalam mushaf Al-Qur’an, kata Qamar (bulan sebagai benda langit) muncul sebanyak 27 kali. Menariknya, seluruh penyebutan tersebut selalu dalam bentuk tunggal (mufrad).

Tidak pernah sekalipun Allāh menggunakan bentuk jamak seperti Aqmār. Secara teologis dan saintifik, ini adalah penegasan bahwa satelit alami Bumi ini memang hanya satu.

Secara fisik, bulan adalah bola batu raksasa dengan jari-jari sekitar 1.737 km. Ia mengorbit Bumi kita yang memiliki jari-jari rata-rata 6.371 km pada jarak rata-rata 384.400 km.

Karena Bulan hanya satu, maka posisinya di ruang angkasa terhadap Matahari (yang jari-jarinya mencapai 695.700 km) adalah sebuah kepastian mekanika langit yang objektif. 

Peristiwa ijtimak atau konjungsi—ketika Bumi, Bulan, dan Matahari berada pada garis bujur ekliptika yang sama--terjadi pada satu waktu yang sama untuk seluruh penduduk Bumi.

Jika dihitung dengan Hisab Haqiqi, detik terjadinya konjungsi adalah peristiwa global yang tak terbantahkan.

Realitas Fenomenal: Hilal yang Berbilang

Namun, ketika berbicara tentang fungsi penanggalan, Al-Qur’an mengganti istilah Qamar menjadi Hilal. Kata ini hanya muncul satu kali, yaitu dalam Surat Al-Baqarah (2): 189, dan ia muncul dalam bentuk jamak: Al-Ahillah.

Tags :
Kategori :

Terkait