Menantang Polisi saat Razia Petasan, Empat Jagoan Kampung di Kudus Diringkus

Sabtu 21-03-2026,11:38 WIB
Reporter : Arief Pramono
Editor : Laela Nurchayati

KUDUS, diswayjateng.com - Aksi nekat sejumlah pemuda di Kudus berujung proses hukum. Mereka kedapatan melawan polisi yang melaksanakan tugas. 

Tindakan tegas yang dilakukan polisi dengan mengambil paksa sepeda motor milik pelaku, yang sebelumnya telah tertangkap saat razia petasan dan aksi blayer Knalpot di jalanan umum.

Peristiwa itu terjadi di perempatan Traffic Light Matahari, Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus pada Jumat 20 Maret 2026 dini hari. 

Saat itu, aparat Polres Kudus tengah melakukan penertiban terhadap kerumunan massa yang menyalakan petasan dan mengganggu ketertiban umum.

Dalam razia tersebut, polisi menyita satu unit sepeda motor Yamaha RX King yang digunakan untuk aksi blayer. Namun situasi berubah tegang, ketika pemilik kendaraan bersama rekannya melakukan perlawanan dan merebut kembali dengan cara menurunkan paksa motor tersebut dari mobil patroli milik Polisi.

Aksi itu sempat memicu kericuhan di lokasi dan akhirnya massa membubarkan diri. Kejadian tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti Polres Kudus.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, pihaknya telah menangkap empat pelaku yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Keempat pelaku yakni AR (31) dan MSL (18) keduanya merupakan warga Kecamatan Jati. Selanjutnya SA warga Kecamatan Kaliwungu serta ZA (23) warga Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

“Mereka tidak hanya terlibat dalam penyulutan petasan, tetapi juga melakukan perlawanan terhadap petugas saat melaksanakan tugas menjaga Kamtibmas,” kata AKBP Heru Dwi Purnomo, Sabtu (21/3/2026). 

Dari hasil pemeriksaan, masing-masing pelaku memiliki peran berbeda dalam kejadian tersebut.

AR berperan sebagai penggagas sekaligus koordinator kegiatan. Ia mengumpulkan dana dari pedagang di Pasar Bitingan untuk membeli petasan dan kembang api, serta memesan petasan secara Online.

MSL berperan sebagai pihak yang mengoordinasikan kedatangan kelompok pemotor ke lokasi. Ia juga terlibat dalam aksi blayer serta melakukan perlawanan saat petugas mengamankan kendaraan.

SA diketahui ikut terlibat dalam penyulutan petasan bersama kelompoknya di lokasi kejadian, termasuk saat situasi mulai ramai dan tidak terkendali.

Sementara ZA berperan membantu jalannya kegiatan di lokasi. Pelaku berada dalam kerumunan, saat aksi penyulutan petasan dan perlawanan terhadap petugas berlangsung.

Diketahui bahwa kronologi kejadian ini bermula dari rencana pesta petasan yang disiapkan sejak beberapa hari sebelumnya. 

Kategori :