“Hari ini kami melaksanakan buka puasa bersama warga binaan dan keluarga mereka,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan keluarga sangat penting dalam proses pembinaan. Dengan adanya hubungan yang tetap terjaga, para warga binaan diharapkan memiliki semangat lebih besar untuk memperbaiki diri.
Sebanyak 50 keluarga hadir dalam kegiatan yang digelar di lingkungan lapas yang berada di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal tersebut.
Selain berbuka puasa bersama, acara juga diisi dengan tausiyah, renungan dari warga binaan, hingga kesempatan bagi keluarga untuk saling berbagi cerita dan dukungan.
Tak hanya itu, para warga binaan juga menampilkan berbagai kreativitas yang mereka pelajari selama menjalani pembinaan. Salah satunya penampilan musik religi yang dipersembahkan khusus bagi keluarga yang hadir.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga dapat melihat secara langsung berbagai aktivitas positif yang dilakukan para warga binaan selama berada di dalam lapas.
“Ini kegiatan rutin setiap Ramadan,” kata Edi.
Dia mengemukakan, warga binaan yang mengikuti buka puasa bersama dipilih dari mereka yang memiliki catatan perilaku baik serta aktif mengikuti berbagai program pembinaan, baik kegiatan kerohanian maupun program ketahanan pangan.
Menjelang Idul Fitri 2026, pihak lapas juga telah menyiapkan remisi khusus keagamaan bagi para warga binaan.
“Semua akan mendapatkan remisi, dan beberapa di antaranya ada yang langsung bebas,” ujarnya.
Namun sore itu, sebelum hari kebebasan benar-benar datang, para warga binaan terlebih dahulu menikmati satu hal yang jauh lebih sederhana namun sangat berharga. Sebuah pelukan hangat dari keluarga, yang selama ini hanya bisa mereka rindukan dari balik jeruji.