Program MBG di Batang Disorot, Komite Sekolah Temukan Jeruk Busuk hingga Dugaan Markup Harga

Selasa 10-03-2026,14:36 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

BATANG, diswayjateng.com — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang mendapat sorotan dari warga.

Program nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu dinilai belum berjalan sesuai harapan di tingkat daerah.

Ketua Komite SMA Negeri 1 Batang sekaligus Ketua Komite SMP Negeri 5 Batang, Siswanto, S.H., mengungkapkan berbagai temuan yang menurutnya perlu segera menjadi perhatian pemerintah.

Ia menyebut sejumlah laporan dari sekolah menunjukkan kualitas menu makanan yang disajikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih jauh dari standar yang diharapkan.

BACA JUGA: Dukung Komdigi, Disdikbud Batang Batasi Gawai Siswa dengan Cara Ini

BACA JUGA: Ketua Komisi 1 DPRD Batang Ungkap Kondisi Mengenaskan Armada Damkar

“Terkait program MBG ini, menurut saya pelaksanaannya tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Presiden Prabowo dan Gibran,” ujar Siswanto saat diwawancarai, Selasa 10 Maret 2026.

Menurutnya, hingga kini SMP Negeri 5 Batang bahkan belum pernah menerima menu daging sapi sebagaimana yang pernah disampaikan oleh pihak Badan Gizi Nasional.

Siswanto mengatakan dirinya secara rutin memantau pelaksanaan program MBG di sejumlah sekolah sebagai bagian dari fungsi pengawasan masyarakat.

Dari berbagai laporan yang diterimanya, terdapat beberapa menu makanan yang dinilai tidak layak dikonsumsi siswa.

BACA JUGA: Identitas Mayat di Sungai Tersono Batang Terungkap, Korban Warga Bandar

BACA JUGA: Soroti Sampah Puluhan Dapur SPPG Batang, DLH: Baru 5 yang Dikelola Resmi

Di SMP Negeri 6 Batang, misalnya, ia menerima laporan dari guru mengenai menu yang disuplai oleh SPPG Kasepuhan. Menu yang diterima siswa saat itu terdiri dari jeruk yang dilaporkan dalam kondisi busuk, roti, siomay, serta sayur jagung rebus.

Temuan serupa juga dilaporkan terjadi di SMP Negeri 5 Batang dengan penyedia makanan yang sama. Kondisi lain juga dilaporkan terjadi di TK Nurul Bahri 2 pada akhir pekan lalu.

Menu nugget yang disajikan kepada anak-anak usia dini disebut dalam kondisi sangat keras sehingga tidak dapat dimakan. Akibatnya sebagian makanan tersebut terpaksa dibuang oleh pihak sekolah.

Kategori :