SOLO, diswayjateng.com – Presiden ke-7 RI Joko Widodo akhirnya angkat bicara terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Kasus tersebut menjadi sorotan publik karena Fadia sebelumnya sempat mengunjungi kediaman pribadi Jokowi di kawasan Sumber Banjarsari Solo pada masa kampanye Pilkada 2024.
Menanggapi hal itu, Jokowi menegaskan pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan urusan politik. Ia menyebut kedatangan Fadia ke rumahnya murni untuk kepentingan pribadi.
“Beliau ke sini untuk menyampaikan undangan pernikahan putra-putrinya,” kata Jokowi saat ditemui wartawan di Solo, Sabtu 7 Maret 2026.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang di publik terkait kemungkinan adanya pembahasan dukungan politik dalam pertemuan tersebut.
Terkait proses hukum yang kini menjerat Fadia, Jokowi menegaskan tidak akan mencampuri penanganan perkara yang sedang berjalan di KPK.
“Kalau urusan itu adalah urusan hukum. Kita hormati hukum berjalan,” tegas mantan Wali Kota Solo tersebut.
Seperti diketahui, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq pada Selasa, 3 Maret 2026. Hingga kini, lembaga antirasuah tersebut masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan kepala daerah di Jawa Tengah tersebut.
Kasus ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan KPK, sekaligus kembali memicu perhatian publik terhadap komitmen pemberantasan korupsi di tingkat pemerintahan daerah.