Menurut perkiraan sementara, volume air yang hilang akibat kebocoran tersebut mencapai ratusan meter kubik per hari selama jaringan belum sepenuhnya diperbaiki.
“Kalau dihitung dari layanan, tentu cukup besar. Katakanlah dalam satu hari sudah berapa ratus meter kubik air yang hilang,” kata Mulyono.
Selain kerugian dari sisi kehilangan air, gangguan distribusi juga berdampak pada ribuan pelanggan yang sempat tidak mendapatkan pasokan air secara normal.
Ia memperkirakan jumlah pelanggan yang terdampak gangguan tersebut bisa mencapai sekitar 5.000 pelanggan.
“Bisa mencapai sekitar lima ribu pelanggan yang sempat terganggu pelayanannya,” ujarnya.
Setelah menerima laporan kerusakan jaringan, tim teknis Perumda Sendang Kamulyan langsung turun ke lapangan untuk melakukan perbaikan jaringan pipa yang terdampak.
Proses perbaikan dilakukan dengan mengevakuasi pohon yang tumbang terlebih dahulu sebelum memperbaiki bagian pipa yang mengalami kerusakan.
Pekerjaan tersebut memerlukan waktu karena kondisi medan serta posisi pipa yang tertimpa batang pohon besar.
Mulyono mengatakan proses perbaikan jaringan pipa akhirnya berhasil dilakukan secara bertahap hingga layanan air mulai kembali normal.
Menurutnya, distribusi air bersih kepada pelanggan sudah kembali berjalan hampir sepenuhnya seperti kondisi sebelum kejadian.
“Sekarang sudah kami benahi dan sudah normal semuanya,” jelasnya.
Ia menambahkan saat ini hanya tersisa pekerjaan perbaikan kecil atau pembenahan teknis di beberapa titik jaringan distribusi.
Persentase pekerjaan yang tersisa diperkirakan hanya sekitar sepuluh persen dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
Dengan selesainya proses perbaikan tersebut, Perumda Sendang Kamulyan berharap distribusi air bersih kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa gangguan.
Mulyono juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang, terutama yang disebabkan oleh faktor bencana alam seperti angin kencang dan pohon tumbang.
Ia menegaskan pihaknya akan terus melakukan pemantauan jaringan distribusi air untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.