23 Warga Batang Kerja di Timur Tengah, Bupati Minta Ikuti Arahan Kedutaan

Rabu 04-03-2026,09:30 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

BATANG, diswayjateng.com – Sebanyak 23 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Batang tercatat bekerja di kawasan Timur Tengah berdasarkan data resmi Dinas Ketenagakerjaan setempat.

Dari jumlah tersebut, 15 orang berada di Arab Saudi, empat di Turki, satu di Dubai, dan satu di Qatar.

Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, meminta warga negara Indonesia, termasuk PMI asal Batang, untuk tetap mengikuti arahan resmi pemerintah.

Hal itu menyusul meningkatnya tensi konflik kawasan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

BACA JUGA: Nenek 63 Tahun Ditangkap di Pasar Bawang, Polres Batang Sita 11 Lembar Uang Palsu

BACA JUGA: Musrenbang Anak Batang 2026, UNICEF Turun Tangan Dorong Anak Speak Up

“Di mana pun posisinya, tetap mengikuti imbauan dari kedutaan atau embassy terdekat,” katanya, Rabu 4 Maret 2026.

Bupati menyatakan bahwa pemerintah pusat bersama sistem pertahanan nasional telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif apabila kondisi memburuk.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi aktif antara WNI di luar negeri dengan perwakilan diplomatik Indonesia.

“Saat ini diminta membuat grup WhatsApp agar ada jalur komunikasi antara embassy dengan warga WNI yang mungkin berada di daerah konflik,” ujarnya.

BACA JUGA: Petugas Pengontrol Rel Tewas Tertemper Kereta di Kandeman Batang

BACA JUGA: Tuntaskan Masa Lalu, Bupati Batang Gelar Paket B dan C Gratis untuk Warga Dewasa

Terkait kemungkinan pemulangan PMI asal Batang, Bupati menyebut pemerintah daerah masih menunggu arahan dari pusat karena hal tersebut berkaitan langsung dengan hubungan diplomatik dan internasional.

“Kita belum tahu, masih menunggu arahan karena ini sudah menyangkut hubungan internasional,” katanya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batang, Suprapto, menegaskan bahwa seluruh PMI tersebut merupakan pekerja legal yang berangkat melalui prosedur resmi.

Kategori :