Tak Peduli Ancaman Polisi, Tawuran Remaja Bersajam Dua Kampung Pecah di Sukolilo Pati

Minggu 01-03-2026,18:03 WIB
Reporter : Arief Pramono
Editor : Wawan Setiawan

PATI, duswayjateng.com- Ancaman aparat Polsek dan Koramil Sukolilo Kabupaten Pati menindak tegas aksi tawuran, tampaknya tidak membuat ciut nyali para remaja kampung yang ada di wilayah kecamatan setempat. 

Mirisnya, kalangan remaja di Sukolilo inipun hanya menganggap angin lalu larangan aksi tawuran, yang kerap terjadi saat malam Ramadhan. 

Tak tinggal diam, aparat Polsek Sukolilo dibantu Koramil setempat, terpaksa berbuat tegas dengan aksi nekat sejumlah remaja yang terlibat tawuran. 

Aparat menggaruk puluhan remaja dari dua desa yang terlibat baku hantam saat malam hari. Aksi tersebut melibatkan pemuda Dukuh Penggingwangi, Desa Kasiyan dan Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero. 

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.20 WIB di jalan alternatif Sukolilo-Kudus, turut wilayah Dukuh Penggingwangi.

Puluhan pemuda dari dua dukuh itu, diduga telah bersiap saling serang setelah sebelumnya terjadi kesalahpahaman di jalan. 
Perselisihan remaja antar kampung di Sukolilo Pati diselesaikan secara damai--

Insiden bermula saat rombongan pemuda Poncomulyo melintas sepulang dari wilayah Kayen. Saat melintas di Dukuh Penggingwangi, suara knalpot motor yang digeber memicu warga setempat tersinggung hingga berujung saling tantang.

“Awalnya hanya persoalan sepele, motor digeber saat melintas sehingga memicu emosi. Namun informasi itu cepat menyebar dan mengundang reaksi kelompok lain,” ujar Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan.

Setelah menerima informasi potensi keributan, personel Polsek yang tengah patroli rutin langsung bergerak menuju lokasi. 

Polisi mendapati dua kelompok pemuda telah berkumpul. Mereka siap melakukan tawuran.

“Anggota kami segera melakukan langkah persuasif dan pengamanan. Alhamdulillah belum sempat terjadi bentrokan fisik,” tegasnya.

Sebanyak 17 pemuda dari Dukuh Poncomulyo dan 8 pemuda dari Dukuh Penggingwangi, kemudian digiring ke Mapolsek Sukolilo. 

Usai dilakukan pendataan dan dilakukan pembinaan, pihak orang tua masing-masing turut dipanggil guna menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

AKP Sahlan menegaskan, pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang. Pihak orang tua masing masing juga diundang ke Mapolsek, agar pengawasan lebih maksimal. 

Selain itu, para pemuda yang terlibat diwajibkan absen rutin di Mapolsek Sukolilo. Hal itu sebagai bentuk kontrol dan pembinaan.

Kategori :