Protes Kondisi Infrastruktur, Warga Desak Perbaikan Jalan Kalibeber-Deroduwur Sebelum Lebaran

Protes Kondisi Infrastruktur, Warga Desak Perbaikan Jalan Kalibeber-Deroduwur Sebelum Lebaran

Warga melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di Jalan Kalibeber-Deroduwur Wonosobo yang rusak parah.-Foto : Ari Sunandar/jateng.disway.id-

WONOSOBO, diswayjateng.com - Gelombang protes terkait kondisi infrastruktur melanda wilayah Kecamatan Mojotengah. Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi infrastruktur Berkeadilan menggelar aksi simbolik di sepanjang ruas jalan yang menghubungkan Kalibeber dengan Deroduwur pada Sabtu (28/02/2026).

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat dari Desa Deroduwur, Derongisor, Mojosari, dan Pungangan. Mereka menilai kondisi jalan sepanjang 6,4 kilometer tersebut sudah sangat membahayakan dan tidak layak dilalui kendaraan.

Pantauan di lokasi menunjukkan warga melakukan berbagai aksi menyindir pemerintah daerah. Mulai dari menanam pohon pisang di tengah aspal, memancing ikan di kubangan, hingga mandi dan mencuci pakaian di lubang jalan yang tergenang air hujan.

Akses Vital Wisata Religi dan Ekonomi

Kondisi jalan yang rusak parah ini menjadi persoalan serius mengingat jalurnya merupakan akses utama menuju kawasan wisata religi makam KH Muntaha Al Hafizh dan KH Asy'ari. Kerusakan juga terpantau di ruas Mojosari-Gondang sepanjang 5,1 kilometer.

BACA JUGA:Tahun 2025, Pembangunan Infrastruktur Jalan Jembatan Wonosobo Capai 33 Km Lebih

BACA JUGA:Paska Ambruk, DPUPR Siapkan Perbaikan Jembatan Muncar Wonosobo Tahun 2026

Koordinator Aksi, Hendri, menjelaskan bahwa keresahan ini murni aspirasi seluruh lapisan masyarakat yang setiap hari bergantung pada jalan tersebut.

Menurutnya, Perbaikan Jalan Kalibeber-Deroduwur sangat mendesak karena volume kendaraan yang melintas selalu tinggi, terutama saat akhir pekan.

“Ini bukan mewakili golongan atau individu tertentu, tapi mewakili seluruh lapisan masyarakat. Setiap hari teman-teman bisa melihat sendiri bagaimana ramainya ruas jalan ini dan kondisi jalannya seperti apa,” ujar Hendri di sela-sela aksi.

Warga menyebut kerusakan ini sudah berlangsung selama hampir sepuluh tahun. Selama ini, upaya yang dilakukan pemerintah daerah dinilai hanya bersifat tambal sulam yang tidak bertahan lama. Saat musim hujan tiba, kondisi jalan semakin memprihatinkan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

BACA JUGA:Jembatan Muncar Ambruk, Warga di Wonosobo Bangun Jalur Darurat dari Bambu

BACA JUGA:Mengurai Sampah di Wonosobo: Saatnya Beralih dari Masalah ke Momentum

Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan tuntutan tegas kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Mereka mendesak agar dilakukan perbaikan secara total dan permanen, termasuk pembangunan sistem drainase yang terintegrasi agar aspal tidak cepat rusak tergerus air.

Mengingat mobilitas masyarakat yang akan meningkat tajam menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, warga meminta Perbaikan Jalan Kalibeber-Deroduwur segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait