Program ini merupakan bagian strategi jangka panjang perusahaan yang menargetkan dalam lima tahun operasional PT Ace Medical Products Indonesia sepenuhnya dikelola tenaga kerja Indonesia.
Setelah pelatihan, peserta akan ditempatkan sesuai posisi dan menjadi mentor transfer ilmu bagi karyawan baru melalui evaluasi berkelanjutan.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan yang sempat mengunjungi peserta pelatihan di China menegaskan investasi di KEK Industropolis Batang berpotensi menyerap hingga 3.500 tenaga kerja lokal.
“Ini bukan hanya soal kerja, tapi peningkatan kapasitas, alih teknologi, dan pembentukan etos kerja global untuk daya saing Batang,” ujarnya.
Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, menilai program ini menunjukkan model investasi berkualitas yang dibangun kawasan industri tersebut.
“Investasi di KEK Industropolis Batang harus membangun manusia di dalamnya, dan training langsung di negara investor adalah bukti transfer teknologi nyata,” katanya.
Saat ini operasional perusahaan sudah didominasi tenaga kerja lokal, sementara posisi pimpinan proyek masih dipegang tenaga asing sebagai bagian proses alih keahlian.
Ke depan, targetnya kemandirian penuh SDM Indonesia agar industri Batang berdiri dengan kekuatan lokal namun berstandar global.
KEK Industropolis Batang pun makin menegaskan diri sebagai magnet investasi manufaktur teknologi tinggi sekaligus pusat pengembangan SDM industri di Jawa Tengah.
Bagi warga Batang yang sedang menabung untuk masa depan—termasuk mimpi membeli motor baru seperti banyak pekerja muda di kawasan industri—kesempatan kerja global ini menjadi harapan nyata peningkatan kesejahteraan keluarga.
Investasi yang datang kini bukan hanya soal bangunan pabrik, melainkan tentang masa depan generasi Batang yang lebih terampil, percaya diri, dan siap bersaing di dunia industri internasional.