KIT Batang Diserbu Investor Global, DPR RI Rizal Bawazier Soroti Daerah Penyangga

KIT Batang Diserbu Investor Global, DPR RI Rizal Bawazier Soroti Daerah Penyangga

Anggota DPR RI Komisi VI Rizal Bawazier saat kunjungan ke KiTB-ist-

BATANG, diswayjateng.id – Kawasan Industri Terpadu BATANG (KITB) atau KEK Industropolis BATANG kini menjadi magnet baru investasi nasional hingga global menjadi perhatian Komisi VI DPR RI.

Kepemilikan lahan, Kebutuhan tenaga kerja, hingga kesiapan daerah penyangga KITB jadi sorotan utama dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ke KITB pada masa persidangan V tahun 2025-2026.

Rombongan Komisi VI DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto dan Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini bersama sejumlah anggota lintas fraksi.

Kunjungan tersebut turut dihadiri BP BUMN, PT Danareksa, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, Pemerintah Kabupaten Batang, hingga jajaran pengelola KITB.

BACA JUGA: Bupati Faiz Bawa Kelengkeng Batang Tembus Ritel Modern, Petani Milenial Go Nasional

BACA JUGA: Truk Boks Tabrak Truk Mogok di Jalur Pantura Batang hingga Ringsek

Fokus pembahasan dalam kunjungan tersebut meliputi pengembangan kawasan industri, pengalihan kepemilikan lahan PTPN, kebutuhan tenaga kerja, hingga percepatan pembangunan daerah penyangga industri.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Dapil Jawa Tengah X, Rizal Bawazier, mengatakan keberhasilan KITB tidak bisa dipisahkan dari kesiapan kota penyangga seperti Gringsing dan wilayah sekitar.

Menurut Rizal, investor tidak hanya melihat kawasan industri semata, tetapi juga fasilitas daerah, ketersediaan tenaga kerja, hingga dukungan pemerintah daerah.

“Kalau Kota Gringsing-nya bagus, otomatis kawasan industri ini akan berkembang sangat pesat,” ujar Rizal Bawazier usai kunjungan, Kamis 21 Mei 2026.

BACA JUGA: Viral Motor Masuk Tol Batang-Semarang, Petugas Jasamarga Kejar Pengendara hingga KM 353

BACA JUGA: Market Sounding KPBU APJ, Bupati Faiz Gaspol Tarik Investor untuk Program “Batang Terang”

Ia menyebut investor umumnya mempertimbangkan tiga hal utama sebelum masuk ke sebuah kawasan industri.

“Tiga poin utama investor itu fasilitas pajak, fasilitas daerah, dan tenaga kerja,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: