Magang Global KEK Industropolis Batang, 156 Karyawan Training Langsung ke China

Rabu 25-02-2026,16:00 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

BATANG, diswayjateng.com – Kawasan industri KEK Industropolis Batang dan Pemerintah Kabupaten Batang membuat inovasi peningkatan kemampuan pekerja lokal ke tingkat global .

Sejumlah 156 karyawan Indonesia dari PT Ace Medical Products Indonesia diberangkatkan ke Zhijiang, Provinsi Hubei, China untuk pelatihan industri berstandar global.

Program pelatihan dilaksanakan dua gelombang mulai November 2025 hingga Juni 2026 dengan 117 peserta berasal dari Kabupaten Batang atau sekitar 80 persen tenaga kerja lokal.

HRGA Manager PT Ace Medical Products Indonesia, Agnes Galih, mengatakan pelatihan di China diperlukan karena sistem produksi, mesin, dan teknologi masih terpusat di fasilitas induk.

BACA JUGA: Uang Rp1,3 Miliar Raib di BRI, Wakil Ketua DPRD Batang Lapor ke Polda Jateng

BACA JUGA: Stok Darah Golongan A dan B Kritis, PMI Batang Gelar Donor Darah Berhadiah Sarung

“Dengan memahami standar operasional langsung di sumbernya, karyawan Batang siap kerja sesuai standar global saat pabrik di Batang beroperasi,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.

Materi pelatihan meliputi operator mesin produksi, quality assurance, teknisi mesin, sterilisasi, waste water management, hingga pengendalian material produksi berbasis sistem teknologi.

Agnes menambahkan pelatihan juga menyentuh budaya kerja dan disiplin industri yang menjadi kunci keberhasilan produksi.

Salah satu peserta, Mokhammad Bima Dewanda dari Desa Subah Batang, mengaku pengalaman tersebut mengubah perspektifnya tentang dunia industri.

BACA JUGA: Datang ke Batang, Saan Mustopa Targetkan NasDem Isi Seluruh Dapil di Jateng pada 2029

BACA JUGA: Kecewa, DPRD Batang Kukuh Fajar Temukan Menu MBG Ramadan Mudah Basi

“Perasaan saya campur aduk, senang dapat pengalaman baru di negeri orang sekaligus harus beradaptasi bahasa dan sistem kerja baru,” katanya.

Lulusan SMK Negeri 1 Kandeman itu sebelumnya bekerja di bidang maintenance instrumentasi dan kini belajar sistem SAP serta pengelolaan data produksi.

“Di sana tidak ada istilah tidak bisa, mereka terbuka kalau kita mau belajar, dan ilmu ini akan saya bagikan ke teman-teman di Batang,” tambahnya.

Kategori :