BATANG, diswayjateng.com – Kasus tabungan nasabah BRI raib Rp1,3 miliar menyeret Wakil Ketua DPRD Batang Junaenah melapor ke Polda Jawa Tengah agar dana di rekening Bank Rakyat Indonesia itu diusut tuntas.
Junaenah mengatakan laporan ke Direktorat Siber Polda Jawa Tengah dilakukan karena ia menduga ada peretasan ponsel yang dipakai untuk layanan perbankan digital.
“Iya, saya laporkan juga ke Polda Jateng supaya jelas siapa yang meretas HP saya waktu itu,” kata Junaenah, Selasa 24 Februari 2026.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan target utamanya sederhana, yakni uang tabungan di rekening Bank Rakyat Indonesia bisa kembali.
BACA JUGA: Stok Darah Golongan A dan B Kritis, PMI Batang Gelar Donor Darah Berhadiah Sarung
BACA JUGA: Tabungan Wakil Ketua DPRD Batang Junaenah Hilang Rp 1,3 miliar di Bank Plat Merah
Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artarto membenarkan laporan tersebut dan menyebut kasus sudah tercatat sejak Januari 2024 dengan dugaan tindak pidana illegal access.
Ia menjelaskan penyelidikan masih berjalan di Dit Siber dan penyidik telah memeriksa pelapor, pemilik rekening, pegawai Bank Rakyat Indonesia, serta saksi dari pihak perbankan lain.
Kasus tabungan nasabah BRI raib ini bermula pada Sabtu malam 20 Januari 2024 saat ponsel Junaenah tiba-tiba hang setelah membuka aplikasi undangan berbentuk APK.
“HP saya di meja tidak saya sentuh, tapi besoknya tidak bisa dipakai dan beberapa hari kemudian ada notifikasi akun dipakai di perangkat lain,” ujarnya.
BACA JUGA: Tanggapi Wakil Ketua DPRD Batang, BRI Pastikan Sudah Lakukan Investigasi
BACA JUGA: Kecewa, DPRD Batang Kukuh Fajar Temukan Menu MBG Ramadan Mudah Basi
Karena panik, ia mengaku langsung mengosongkan layanan m-banking di rekening Bank Central Asia dan Bank Rakyat Indonesia.
Namun kebutuhan transaksi usaha gabah dengan Perum Bulog membuatnya kembali mengaktifkan Brimo di kantor Bank Rakyat Indonesia dengan bantuan petugas.
Beberapa transaksi legal dilakukan, termasuk transfer ratusan juta rupiah, sebelum akhirnya saldo hampir Rp1,3 miliar di rekening tersebut habis tanpa diketahui.