TEGAL, diswayjateng.com - Perbaikan pipa hingga kini belum seratus persen, namun bantuan air bersih terus dikerahkan. Seperti diketahui, banjir bandang itu datang tanpa kompromi. Di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, pipa air bersih tak sanggup menahan terjangan. Putus. Aliran terganggu. Dampaknya terasa sampai Kota Tegal.
Air yang biasanya mengalir tenang ke rumah-rumah warga, kini tak lagi pasti. Saat ini, proses perbaikan sedang dilakukan. Sudah mencapai 74 persen di Dawuhan. Sedangkan di Sumbaga yang juga terimbas, 85 persen.
Angka yang cukup melegakan. Tapi belum selesai. Perbaikan dilakukan oleh PT TUJT selaku pengelola. Dikebut. Dipercepat. Agar pelanggan bisa kembali menikmati air seperti semula. Namun, alam belum sepenuhnya bersahabat.
Hujan masih kerap turun di lokasi perbaikan. Tanah labil. Akses sulit. Itu yang membuat pekerjaan belum bisa dituntaskan seratus persen. Karena itu, waktu normalisasi belum bisa dipastikan.
“Belum bisa diprediksi,” kata Kepala Sub Bagian Humas Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal Endi Widjokongko, Senin (23/2).
Endi mewakili Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Bahari Hasan Suhandi mengatakan, wilayah yang terdampak tersebar: sebagian Tegal Selatan, Margadana, Tegal Barat, dan Tegal Timur. Bantuan air bersih pun dikerahkan.
Melalui tangki juga disiapkan tandon. Oleh Perumda Air Minum Tirta Bahari. Juga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Menurut Endi, di titik meteran induk batas kota, kalau kondisi normal air masuk 200 liter per detik. Sekarang hanya sekitar 120 liter per detik. Artinya, suplai berkurang setengahnya. Itulah sebabnya sebagian wilayah masih tetap mendapatkan air bersih.
Meski tekanannya tidak sekuat biasanya. Meski tidak sesering biasanya. Air masih ada. Tapi tidak sepenuhnya. “Sebenarnya, mata air Bregas 2 tidak mati total. Masih ada aliran. Sekitar 50 persen,” ungkap Endi.
Dalam situasi seperti ini, Perumda Air Minum Tirta Bahari memohon masyarakat bersabar. Permintaan yang sederhana. Meski bagi warga yang keran airnya hanya menetes, kesabaran tentu diuji. Perumda Air Minum Tirta Bahari juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga atas pelayanan yang belum maksimal.
“Kami mengucapkan mohon maaf atas kondisi dan pelayanan yang belum maksimal,” ucap Endi.
Air bukan sekadar kebutuhan tambahan. Dia kebutuhan pokok. Tanpa air, dapur tak mengepul. Kamar mandi tak berfungsi. Aktivitas lumpuh. Kini harapan ada pada cuaca yang bersahabat dan perbaikan yang segera tuntas.
Perbaikan sudah 74 dan 85 persen. Artinya, beberapa langkah lagi. Semoga tidak lama lagi, suara air kembali terdengar deras di pipa-pipa rumah warga Kota Tegal. Dan armada bantuan itu bisa kembali ke garasi.