SLAWI, diswayjateng.com - Beredarnya kabar ceceran sampah di beberapa titik lokasi baik pasar, dan perumahan belakangan ini dipicu tidak bisa masuknya armada truk pengangkut sampah dilokasi TPAS (Tempat Pemprosesan Akhir Sampah) Penujah. Hal ini dipicu rusaknya 2 alat berat seperti eskavator dan buldozer untuk membuat lubang pembuangan sampah sementara di TPAS.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal, Mulyanto melalui kepala UPTD Pengelolaan Akhir Sampah, Cholidin menyatakan dengan rusaknya dua alat berat tersebut membuat tumpukan sampah di TPAS menghalangi masuknya armada truk sampah di areal TPAS Penujah.
"Memang TPAS sempat tutup lantaran tumpukan sampah belum bisa terbuang di lobang pembuangan sampah sementara. Sehingga truk truk yang sudah terisi sampah tidak bisa membongkar muatannya," ujarnya Kamis (19/2).
Dia mengakui usia alat berat yang ada saat ini sudah terlalu tua.
"Upaya perbaikan eskavator sudah kami lakukan dan untuk sementara bisa diguakan untuk membuat lobang sementara pembuangan sampah dan menarik sampah di posisi atas," katanya.
Dan untuk tahun ini ada anggaran untuk sewa alat berat guna mengukung aktifitas di TPAS Penujah.
"TPAS Penujah di Kabupaten Tegal saat ini beroperasi melebihi kapasitas (overload) karena melampaui umur teknisnya, dengan beban harian mencapai 400-500 ton/hari pada 2024-2025. Kondisi darurat sampah sering terjadi, menyebabkan antrean panjang truk, keterbatasan alat berat, dan risiko lingkungan tinggi," ungkapnya.
Terpisah Kabid PLSB3 (Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbahaya Beracun) Dian Arryadi menyatakan, Permkab Tegal melalui DLH kini terus melakukan penataan TPAS Penujah, dan mengurangi volume sampah hingga memulai penerapan teknologi penangkap gas metana.
"Masalah utama: saat ini adalah timbunan sampah yang menggunung dan menjorok ke tanah warga, risiko kebakaran, serta ketergantungan pada alat berat (ekskavator/buldoser) yang sering rusak," tegasnya.
Upaya Pemerintah: Pemkab Tegal menganggarkan Rp 4 miliar untuk sewa alat berat dan pengolahan sampah, hingga perluasan lahan, dan pengolahan TPS3R.