Ulama Qodiryah Rifa'iyah Dunia Datangi Ponpes Al-Maliki Pekalongan, Bahas Persatuan Thariqah Internasional

Senin 16-02-2026,13:38 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Saifudin Amirin menyebut jaringan thariqah Qodiriyah Rifa’iyah telah berkembang di Jerman, Kosovo, India, hingga beberapa negara Timur Tengah.

Ia mengatakan Indonesia dipandang strategis karena tradisi pesantren yang kuat dan jaringan ulama yang luas.

Dialog Kebangsaan di Pondok Pesantren Salaf Al-Maliki Pekalongan juga menyinggung model organisasi thariqah seperti Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah di Indonesia.

Saifudin Amirin menilai konsep penyatuan thariqah internasional mirip upaya JATMAN yang menghimpun berbagai tarekat dalam satu wadah.

“Di Indonesia kita kenal TQN antara Qodiriyah dan Naqsyabandiyah, di sana ada Qodiriyah Rifa’iyah, tujuannya sama yaitu persatuan thariqah,” ujarnya.

Ia menambahkan rencana kunjungan ulama internasional ke berbagai daerah di Indonesia masih terbuka setelah Dialog Kebangsaan di Ponpes Al-Maliki Pekalongan.

Dialog Kebangsaan di Pondok Pesantren Salaf Al-Maliki Pekalongan dinilai penting untuk menjaga ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat jaringan spiritual global.

Pertemuan ulama dunia di Kota Pekalongan ini juga diharapkan mempererat hubungan pesantren Indonesia dengan jaringan ulama Timur Tengah dan Eropa.

Saifudin Amirin berharap Dialog Kebangsaan di Pondok Pesantren Salaf Al-Maliki Pekalongan menjadi awal kerja sama pendidikan, dakwah, dan kemanusiaan lintas negara.

“Harapan kami, dialog ini menjadi jalan persatuan thariqah dunia dan membawa manfaat bagi umat,” pungkasnya.

Dialog Kebangsaan Sarasehan Internasional di Pondok Pesantren Salaf Al-Maliki Pekalongan menegaskan bahwa pesantren pesisir utara Jawa tetap menjadi simpul penting peradaban Islam Nusantara.

Kategori :