Tradisi Padusan Dibalut Berburu Ikan Nila Pilihan Warga Boyolali Membersihkan Diri Jelang Puasa

Tradisi Padusan Dibalut Berburu Ikan Nila Pilihan Warga Boyolali Membersihkan Diri Jelang Puasa

MEMANFAATKAN : Para wisatawan memanfaatkan libur sekaligus menjalankan tradisi padusan di Wisata Panorama Desa Nepen, Boyolali, Rabu 18 Februari 2026. Foto : Erna Yunus Basri--

BOYOLALI, diswayjateng.com - Ribuan warga berbagai usia menyerbu obyek wisata air menjalani tradisi padusan atau bersuci diri, sembari berburu iklan Nila menjelang puasa, Rabu 18 Februari 2026. 

Salah satunya di obyek Wisata Panorama di BOYOLALI. Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat BOYOLALI sejak pagi hari berbondong-bondong mamadati pusat rekreasi air itu. 

Pengunjung yang ingin mandi dan berendam sebagai simbol membersihkan diri lahir dan batin,  menjadi agenda tahunan masyarakat setiap menjelang Ramadan.

Suasana semakin semarak ketika pengelola wisata menebar 500 kilogram ikan nila ke kolam pemandian. 

BACA JUGA: H-1 Puasa, Pertamina Tambah Stok Satu Juta Lebih Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY

BACA JUGA: Pedas! H-2 Puasa Harga Cabai Rawit Setan Rp100 Ribu Per Kilogram

"Ikan tersebut dapat ditangkap secara gratis oleh para pengunjung sebagai daya tarik tambahan," kata Pengelola wisata Panorama Joko Mulyono.

Joko mengungkapkan, di tempat wisatanya para pengunjung tidak hanya berenang untuk padusan, namun wisata ini juga dilengkapi dengan grojogan (air terjun).

"Disini ada grojogan juga, namun yang ingin renang juga ada.  Untuk orang dewasa juga anak anak, kolam terpisah," ungkapnya.

Melalui inovasi tebar ikan gratis, diharapjannya, akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus melestarikan tradisi padusan yang telah turun-temurun dilakukan masyarakat menjelang Ramadan.

BACA JUGA: Kapolres Boyolali Cek SPPG: Ingatkan Manajemen Penyajian Makanan yang Higienis

BACA JUGA: Kalah Judi Online, Pria di Boyolali Tega Bunuh Anak 6 Tahun dan Lukai Ibu Korban

Joko menambahkan, menjelang Ramadan ini pengunjung naik, yang biasa hanya sekitar 2.000, namun menjelang Ramadan ini pengunjung mencapai 3.000 pengunjung.

Ia pun bersyukur, selama tradisi padusan ini pengunjung  meningkat. "Saya memprediksi pada liburan sekolah nanti juga kembali meningkat," pungkasnya.

Sementara, anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias menangkap ikan yang dilepas ke dalam kolam. Tawa dan keceriaan pun mewarnai kegiatan padusan tahun ini.

Salah satu pengunjung Ika Fitrianingsih mengaku senang bisa mengikuti tradisi padusan bersama keluarga dan sekaligus tangkap ikan.

BACA JUGA: Satlantas Polres Boyolali Inspeksi Keselamatan di Jembatan Timbang Banyudono, Menindak 35 Pelanggaran

BACA JUGA: PT Jasamarga Solo Ngawi Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid di Sawahan Boyolali

Ia mengaku, datang setiap tahun. "Selain untuk bersuci sebelum puasa, sekarang juga bisa menangkap ikan gratis, jadi anak-anak tambah senang," ujarnya.

Menurut Ika, padusan ini untuk mengajarkan terhadap anak anak agar nantinya mau berpuasa di bulan Ramadan. Sekaligus mengajarkan anak-anak agar nantinya mau berpuasa. 

Pengunjung lainnya, Lina menuturkan, sudah menjadi tradisi sebelum menjalankan ibadah Ramadan jalan jalan ke tempat wisata sekaligus padusan.

Harga yang terjangkau menjadikan Lina memilih menjadi tujuan keluarganya. 
"Bersama rombongan satu RT dan ada anak anak. Saya dari Karanganyar. Kalau wisata disini murah dan lengkap dan anak anak senang," imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: