“Terima kasih Dinas Perpustakaan sudah membantu banget buat anak-anak senang hari ini,” tuturnya lirih.
Penilik Sekolah Kecamatan Jatinegara, Alfiyah, juga berharap pendampingan trauma healing dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, proses belajar mengajar tetap berjalan meski harus menggunakan ruang darurat.
Di tengah tanah yang masih bergerak pelan dan rumah-rumah yang retak, buku-buku itu menjadi jembatan kecil menuju harapan. Dongeng-dongeng sederhana menjelma pelipur lara.
Sebab di balik setiap bencana, selalu ada cara untuk menyalakan kembali cahaya, bahkan jika itu dimulai dari selembar cerita dan boneka singa kecil di tangan seorang pustakawan.