Jelang Ramadhan Banser Kebut Rampungkan Musala Darurat Pengungsian Padasari
SINERGI - Ketu LPBI PCNU Kabupaten Tegal bersama Kasatkorcab dan Kasatkoryon Bojong meninjau percepatan pembuatan mushola pengungsian Desa Padasari.--
SLAWI, diswayjateng.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, keluarga besar Nahdlatul Ulama Kabupaten Tegal bergerak cepat merampungkan pembangunan musala darurat di lokasi pengungsian korban bencana tanah bergerak Desa Padasari Kecamatan Jatinegara.
Pembangunan musala tersebut berada di bawah koordinasi NU Peduli PCNU Kabupaten Tegal, sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan fasilitas ibadah yang layak bagi para pengungsi.
Jajaran Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Tegal bersama para Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) Bojong, Jatinegara, Bumijawa, serta anggota Bagana turut bergotong royong menyelesaikan pembangunan musala tersebut.
Ketua LPBI PCNU Kabupaten Tegal, Imam Kusyairi, menegaskan bahwa keberadaan musala menjadi kebutuhan mendesak di tengah situasi darurat.
“Maka musala menjadi kebutuhan penting, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan agar para pengungsi tetap bisa beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya Selasa (17/2).
Dia menegaskan bahwa pembangunan musala darurat tersebut bersumber dari donasi NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah.
“Alhamdulillah, pembangunan ini merupakan hasil sumbangsih dari NU Peduli PWNU Jawa Tengah yang diperuntukkan bagi warga terdampak,” terangnya.
Menurut Imam, musala darurat tersebut dirancang dengan ukuran 10 x 12 meter agar mampu menampung jamaah pengungsi.
“Musala ini dibangun dengan rangka baja ringan, dinding galvalum, serta dilengkapi lantai agar lebih kokoh dan nyaman,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa proses pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu tiga hari.
Proses pengerjaan dikebut, sehingga bisa digunakan secepatnya.Imam berharap mushalla tersebut sudah dapat difungsikan pada malam pertama tarawih.
“Insyaallah besok sudah bisa ditempati. Kami berharap musala ini sudah bisa digunakan saat malam pertama tarawih,” tegasnya.
Pihaknya juga menyoroti bahwa hunian sementara kemungkinan masih membutuhkan waktu cukup lama.
“Mengingat hunian sementara kemungkinan masih lama, maka musala ini sangat dibutuhkan untuk menjaga semangat ibadah warga,” pungkasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kasatkorcab Banser Kabupaten Tegal, M. Zaenudin, menginstruksikan seluruh jajaran Banser untuk turut serta dalam penyelesaian musala tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: