Diserang Monyet Liar Bayi 4 Bulan di Demak Terluka

Kamis 05-02-2026,06:30 WIB
Reporter : Nungki S Nurhidayanto
Editor : Laela Nurchayati

DEMAK, diswayjateng.com - Nasib tragis menimpa seorang bayi perempuan berusia empat bulan di Dukuh Bedono, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Bayi tersebut diserang seekor monyet liar saat tertidur di dalam rumahnya pada Senin (2/2) sore, hingga mengalami luka serius di bagian kepala.

Akibat serangan tersebut, korban harus dilarikan ke RSUD Sunan Kalijaga Demak dan menjalani tindakan operasi untuk menyelamatkan kondisinya.

Ibu korban, Atik Dina Nasikhah, mengungkapkan bahwa peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, bayinya tengah tertidur di ruang tamu seperti biasanya. Ia mengaku hanya meninggalkan sang anak sebentar untuk menuju bagian belakang rumah.

“Anak saya tidur di ruang tamu seperti biasa. Saya tinggal ke belakang sebentar, tiba-tiba dengar anak saya nangis kencang,” ujar Atik saat ditemui, Rabu (4/2).

Merasa ada yang tidak beres, Atik langsung berlari kembali ke ruang tamu. Ia terkejut mendapati bayinya sudah bersimbah darah, sementara seekor monyet terlihat melarikan diri ke arah depan rumah.

“Saya kaget, langsung teriak-teriak minta tolong. Warga berdatangan, lalu anak saya segera saya bawa ke rumah sakit. Sampai rumah sakit sekitar jam empat lewat seperempat,” imbuhnya.

Menurut Atik, sebelum menyerang bayinya, monyet liar tersebut sempat masuk ke rumah tetangga. Namun, saat itu hewan tersebut tidak sampai melukai siapa pun.

“Sebelumnya monyet itu ke rumah tetangga saya. Anaknya kelas 6 SD, tapi begitu melihat monyet langsung lari,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kemunculan monyet liar di wilayah tersebut sebenarnya bukan hal baru. Hewan tersebut sempat sering terlihat beberapa waktu lalu, namun lama tidak muncul sebelum akhirnya kembali pada hari kejadian.

“Dulu sering muncul, tapi sudah lama nggak kelihatan,” katanya.

Sementara itu, Humas RSUD Sunan Kalijaga Demak, Kusmanto, menyampaikan bahwa kondisi korban saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik, meski masih memerlukan perawatan intensif dan pengawasan ketat dari tim medis.

“Korban sudah ditangani dan saat ini masih dirawat. Kondisinya berangsur membaik, namun tetap dalam pengawasan,” ujar Kusmanto.

Ia menjelaskan, luka di bagian kepala korban tergolong cukup serius. Setelah menjalani operasi, luka tersebut telah dibersihkan dan dijahit.

“Lukanya cukup panjang, lebih dari 10 sentimeter, dengan sekitar 20 jahitan. Diduga akibat cakaran,” jelasnya.

Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan hingga kini belum ditemukan indikasi rabies pada korban. Sebagai langkah pencegahan, korban telah diberikan suntikan anti tetanus.

Kategori :