Kunjungi Grobogan, BGN Sampaikan Permohonan Maaf atas Kasus Keracunan MBG

Rabu 04-02-2026,07:48 WIB
Reporter : Achmad Fazeri
Editor : Laela Nurchayati

GROBOGAN, diswayjateng.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah daerah.

Demikian disampaikan langsung Juru Bicara BGN Hanibal Wijayanta, kepada media seusai acara Talkshow Interaktif MBG Tahun Anggaran (TA) 2026 di Gedung Serbaguna Dewi Sri Danyang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Senin (2/2/2026).

"Kami minta maaf sebesar-besarnya atas apa yang terjadi (keracunan,red). Kami tidak berusaha menghindar, dan kami berusaha untuk memperbaiki secepatnya," ungkapnya. 

Menurut Hanibal, panggilan akrabnya, penyebab keracunan MBG di sejumlah daerah, dimungkinan karena beberapa hal antara lain bahan baku atau sebab penanganannya yang kurang tepat. Ia menyatakan, jika pihaknya akan selalu berusaha untuk memperbaikinya.

"Kalau misalnya ada anak-anak yang sakit, diare dan sebagainya, insyaAllah negara akan bertanggungjawab dan membiayai semua pengobatannya,” imbuhnya.

Ketika ditanya kenapa masih terdapat kasus keracunan menu MBG, Hanibal menyebut, hal itu disebabkan karena tidak adanya ketidaksamaan persepsi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang bertugas mengelola menu makanan MBG.

Dalam kesempatan tersebut, Hanibal turut didampingi Direktur Promosi dan Edukasi BGN, Dr. Gunalan dan Tenaga Ahli Wakil Kepala (Waka) BGN Bidang Investigasi, Komunikasi, dan Media Sosial, Dian Islamiati Fatwa.

Turut hadir dalam talkshow tersebut, Anggota DPR Komisi IX Edy Wuryanto serta Wakil Bupati (Wabup) Grobogan yang juga selaku Ketua Satgas MBG Grobogan Sugeng Prasetyo.

Seperti diketahui, kasus keracunan menu MBG juga terjadi di Kabupaten Grobogan sebanyak tiga kali. Pertama, sejumlah menu seperti soto ayam dari salah satu SPPG di wilayah Putatsari menyebabkan keracunan pada balita, ibu, dan murid-murid.

Lalu berikutnya, menu MBG dari SPPG Kuwaron 1 berupa nasi kuning, tempe kripik, telur dadar, lalapan selada, dan timun, juga menyebabkan keracunan massal hingga 800 lebih korban yang terdampak.

Bahkan sebanyak seratus orang lebih harus menjalani rawat inap di sejumlah Fasilitas Kesehatan seperti RSUD dan puskesmas.

Kemudian, akhir Januari 2026 kembali terjadi keracunan yang diduga akibat susu kemasan dari SPPG Pulongrambe Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Kendati hanya lima anak yang terdampak, tapi tiga diantaranya harus menjalani rawat inap di RSUD dr Soedjati Purwodadi.

Kategori :