Inspiratif! Guru di Grobogan Ini Semangat Mengajar Meskipun Berdiri dengan Dua Tongkat

Inspiratif! Guru di Grobogan Ini Semangat Mengajar Meskipun Berdiri dengan Dua Tongkat

BERDEDIKASI: Seorang guru difabel, Sri Hartatik, semangat mengajar murid-murid kelas 2 di SDN 1 Karangsari, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)--

GROBOGAN, diswayjateng.com - Ada seorang guru inspiratif di Kabupaten GROBOGAN, Jawa Tengah. Namanya Sri Hartatik, yakni guru kelas 2 SD Negeri 1 Karangsari, Kecamatan Brati.

Sejak tahun 1992 hingga sekarang ini, Tatik, sapaan akrabnya, mengabdikan dirinya sebagai seorang guru. Bahkan, menjelang masa purna tugasnya per 1 Maret 2026 mendatang, ia masih tetap semangat. Padahal untuk berdiri tegak saja, ia harus menggunakan tongkat.

Kecelakaan lalu lintas yang dialaminya pada tahun 2000-an, telah merenggut bagian tubuhnya, yakni telapak hingga pergelangan kaki sebelah kiri. Sejak itu supaya bisa berjalan, ia harus dibantu dengan sepasang tongkat ketiak kruk.

"Karena memang jiwa saya seorang guru," katanya menjelaskan apa yang membuatnya tetap semangat untuk mengajar, saat ditemui Disway Jateng di SDN 2 Karangsari, akhir Januari lalu.

Tatik mengaku senang serta merasa puas kalau bisa mengajar anak-anak didiknya, membuat mereka cerdas, pintar, gembira, dan ceria bersama. Kendati di tengah kondisi fisiknya yang serba terbatas dalam bergerak.

"Bahkan, kalau sekolah libur panjang itu saya merasa kangen ingin ketemu anak-anak di sekolah," imbuhnya.

Tatik pun bersyukur, anak-anak didik memaklumi kondisinya yang seperti itu bahkan menaruh hormat kepadanya. Selama mengajar di SDN 2 Karangsari tidak ada murid-murid yang mengejek atau menghinanya. Sebab itulah, tidak ada kendala yang berlebihan baginya.

"Mungkin yang berubah, kalau dahulu sebelum kecelakaan itu bisa bergerak dengan bebas dan leluasa. Kemudian usai mengalami kecelakaan sehingga harus dibantu dengan kruk," ujarnya.

Tatik menyampaikan, itu kendala yang sedikit mengganggu ruang geraknya. Meskipun demikian, ia tetap semangat mendidik murid-murid, memberikan motivasi supaya mereka giat belajar, punya adab yang santun, dan akhlak yang terpuji.

"Saya tak hanya mengajarkan tentang mata pelajaran, tapi juga membimbing anak-anak supaya memiliki adab dan tingkah laku atau sopan santun yang baik," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait