SOLO, diswayjateng.com - Senkom Mitra Polri Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus siaga menghadapi potensi bencana sekaligus memperkuat dukungan terhadap berbagai program pemerintah.
Komitmen tersebut disampaikan langsung Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Katno Hadi, dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Senkom Mitra Polri Jawa Tengah di Hotel Grasia Semarang, Kamis 29 Januari 2026.
Di bawah kepemimpinan Katno Hadi, Senkom disebut semakin solid dan kompak dalam menjalankan peran strategis sebagai mitra Polri, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta kesiapsiagaan kebencanaan.
“Peran Senkom harus dijalankan secara konsisten dari tingkat pusat hingga ke daerah, bahkan sampai tingkat kelurahan. Kekuatan Senkom ada pada jaringan akar rumput yang responsif terhadap persoalan di lapangan,” ujar Katno Hadi dalam rilisnya kepada wartawan, Kamis 29 Januari 2026.
Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan menyusul sejumlah bencana yang terjadi di berbagai daerah, termasuk peristiwa di Cisarua yang menelan korban jiwa.
Jawa Tengah, menurutnya, harus terus meningkatkan kesiapsiagaan dengan menjunjung prinsip “siaga saat aman, hadir saat dibutuhkan.”
Dalam kesempatan tersebut, Katno Hadi secara khusus meminta jajaran Senkom Karanganyar untuk terus mengerahkan personel dalam upaya pencarian satu korban yang dilaporkan jatuh di Bukit Mongkrang, kawasan Gunung Lawu.
Ia mengapresiasi sinergi antara Senkom, Polri, pemerintah daerah, serta relawan lain yang terlibat dalam operasi pencarian.
Tak hanya fokus pada aspek keamanan dan kebencanaan, Katno Hadi juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi anggota.
Ia menilai sektor pertanian dan perdagangan hasil bumi di daerah seperti Magelang, Wonosobo, dan Karanganyar memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Anggota Senkom perlu dibekali kemampuan membaca peluang usaha agar kesejahteraan meningkat dan kontribusi terhadap organisasi semakin kuat,” ungkap Owner D’Lawu Bistro & Mountain Cottage tersebut.
Dalam mendukung program pemerintah, Senkom Mitra Polri saat ini mengelola 32 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Jawa Tengah.
Jumlah tersebut direncanakan bertambah dengan pembangunan dapur baru di Bandung, Jakarta, dan Karawang, sehingga total mencapai sekitar 37 dapur SPPG.
Seluruh dapur tersebut akan diberi identitas “Mitra Polri” sebagai bentuk transparansi sekaligus simbol kemitraan resmi dengan kepolisian.
Menutup sambutannya, Katno Hadi menegaskan bahwa Musprov bukan hanya agenda pemilihan ketua, tetapi juga menjadi ajang evaluasi kinerja dan konsolidasi organisasi.