SOLO, diswayjateng.com - Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Jalan Kutai Utara 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Senin 26 Januari 2026.
Pantauan di lokasi, Dubes Marc Gerritsen tiba sekitar pukul 16.10 WIB dan langsung masuk ke rumah Jokowi. Pertemuan berlangsung secara tertutup selama kurang lebih 45 menit, sebelum Gerritsen meninggalkan kediaman Jokowi pada pukul 16.55 WIB.
Usai pertemuan, Marc Gerritsen menyampaikan kunjungannya ke Solo merupakan kehormatan besar karena untuk pertama kalinya ia dapat bertemu langsung dengan Jokowi sejak menjabat sebagai Duta Besar Belanda untuk Indonesia.
“Saya merasa sangat terhormat bisa bertemu langsung dengan Bapak Joko Widodo. Sebagai mantan Presiden Indonesia, beliau memiliki peran yang sangat penting dalam hubungan antara Indonesia dan Belanda,” ujar Gerritsen kepada awak media.
Dalam pertemuan tersebut, kata Gerritsen, sejumlah isu strategis turut dibahas, khususnya terkait perekonomian global serta peluang penguatan kerja sama antara Indonesia dan Eropa di tengah situasi dunia yang dinamis.
“Kami berdiskusi mengenai kondisi ekonomi serta bagaimana Indonesia dan Eropa dapat bekerja sama lebih erat dalam menghadapi tantangan global yang sedang bergejolak,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah Belanda juga menyampaikan komitmennya untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim.
Gerritsen menekankan pengalaman Belanda dalam mitigasi banjir dan sektor ketahanan pangan.
“Belanda memiliki kekuatan dalam pengelolaan pangan dan mitigasi perubahan iklim. Kami siap bekerja sama, termasuk dalam upaya menghadapi banjir dan mendukung ketahanan pangan Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Jokowi mengonfirmasi pertemuan tersebut berlangsung santai dan bersifat silaturahmi. Menurutnya, Dubes Belanda kebetulan berada di Solo dan menyempatkan diri berkunjung ke kediamannya.
“Kebetulan beliau ke Solo dan mampir. Obrolannya ringan-ringan saja, bicara banyak hal tapi tidak ada yang berat,” ujar Jokowi singkat.
Pertemuan ini dinilai menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan hubungan diplomatik Indonesia–Belanda, terutama dalam isu perubahan iklim, pangan, dan kerja sama ekonomi di tingkat global.