Operasi Ketupat Candi 2026, Polresta Solo Siagakan 1.000 Personel

Operasi Ketupat Candi 2026, Polresta Solo Siagakan 1.000 Personel

Jajaran Polresta Solo menyiapkan pengamanan maksimal dalam menghadapi arus mudik dan balik Idulfitri 2026 melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026. -Istimewa-

SOLO, diswayjateng.com - Jajaran Polresta Solo menyiapkan pengamanan maksimal dalam menghadapi arus mudik dan balik Idulfitri 2026 melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026. 

Dalam operasi tahunan tersebut, hampir 1.000 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolresta Solo Catur Cahyono Wibowo mengatakan pengamanan tidak hanya melibatkan unsur kepolisian, tetapi juga didukung Tentara Nasional Indonesia, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait lainnya.

“Dalam Operasi Ketupat Candi 2026 ini kami melibatkan hampir 1.000 personel untuk pengamanan, termasuk unsur terkait lainnya,” ujar Catur.

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan operasi tahun ini pihaknya juga didukung program dari Polda Jawa Tengah berupa layanan SIPOLAN (Sistem Informasi Polisi Lalu Lintas) yang memudahkan masyarakat memperoleh berbagai informasi seputar mudik.

Melalui layanan tersebut, pemudik cukup memindai barcode atau menghubungi layanan WhatsApp untuk mendapatkan informasi penting seperti kondisi lalu lintas, jalur alternatif, lokasi pos pengamanan, hingga rekomendasi tempat wisata, rumah makan, dan tempat ibadah.

“Di terminal, stasiun, maupun tempat wisata sudah tersedia barcode yang bisa di-scan. Informasinya mulai dari jalur mudik, pos pengamanan, hingga lokasi ibadah dan wisata. Jika pemudik mengalami kendala seperti kendaraan mogok atau kesulitan mencari BBM, kami juga siap memfasilitasi,” jelasnya.

Catur menegaskan, pendekatan yang diterapkan dalam pengamanan mudik tahun ini mengedepankan konsep hospitality dan safety, sehingga aparat tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat.

“Kami ingin para pengemudi yang melintas di wilayah hukum Jawa Tengah, khususnya Surakarta, merasa aman dan nyaman selama perjalanan mudik,” katanya.

Menurutnya, Kota Solo memiliki posisi strategis sebagai simpul pergerakan kendaraan di wilayah Solo Raya yang terhubung dengan sejumlah daerah seperti Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, hingga Wonogiri. Kondisi tersebut membuat volume kendaraan diperkirakan meningkat selama masa mudik.

“Jalur di Solo tidak bertambah, tetapi jumlah kendaraan pasti meningkat. Karena itu kami menyiapkan pengaturan lalu lintas serta menempatkan personel di titik-titik rawan, terutama pada jam-jam padat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto menyatakan pemerintah kota juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan pemudik yang melintas maupun singgah di Solo.

Menurutnya, Solo kerap menjadi salah satu destinasi favorit bagi pemudik untuk beristirahat saat perjalanan menuju kampung halaman.

“Dalam Operasi Ketupat 2026 menyambut Idulfitri akan ada perpindahan masyarakat dalam jumlah besar. Kota Solo menjadi salah satu destinasi favorit pemudik, sehingga kami siap memfasilitasi kebutuhan mereka,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: