KUDUS, diswayjateng.com- Bencana banjir yang telah dua pekan melanda Kabupaten Kudus, kini mulai berangsur surut. Karena itu, sejumlah warga yang tinggal di lokasi pengungsian pun mulai kembali ke rumah masing-masing.
Data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, warga pengungsi ini berasal dari 15 posko pengungsian yang didirikan di Kudus.
BPBD Kudus mencatat sekitar 70 persen warga yang sebelumnya tinggal di lokasi pengungsi kini telah pulang secara bertahap.
Melihat kondisi itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turun langsung ke sejumlah posko pengungsian. Diantaranya di Posko NU Muslimat di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati.
Kedatangan Samani untuk memantau kondisi dan mengantar warga yang memutuskan kembali ke rumah mereka.
Proses kepulangan warga terdampak banjir, kata Samani, dilakukan setelah dilakukan pengecekan kondisi lingkungan dan akses jalan di wilayah terdampak.
“Kami mengantar warga yang mengungsi di Posko NU Muslimat Loram Kulon. Kami pastikan terlebih dahulu kondisi jalan dan rumah mereka aman untuk ditinggali kembali,” ujar Sam’ani.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, masih ditemukan genangan di sejumlah titik, namun ketinggiannya relatif rendah.
“Masih ada genangan di beberapa rumah dan jalan, tapi rata-rata di bawah lima sentimeter. Karena warga ingin pulang, kami fasilitasi dengan pengawalan bersama perangkat desa dan relawan,” jelasnya.
Saamani mengapresiasi aparat pemerintah desa dan seluruh unsur yang terlibat sejak awal penanganan banjir.
“Saya berterima kasih kepada Pak Kades, RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, TNI, Polri, Banser, relawan, dan BPBD yang sejak awal membantu evakuasi sampai pendampingan warga di pengungsian,” katanya.
Sam’ani menambahkan, di wilayah Loram Kulon tercatat sekitar 453 warga terdampak banjir.
Meski sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah, namun seluruh perangkat tetap siaga untuk mengantisipasi banjir susulan.
“Kami tetap siaga. Jika masih ada kebutuhan, pemerintah desa bisa berkoordinasi dengan BPBD, puskesmas, maupun kecamatan untuk bantuan lanjutan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, keinginan warga untuk pulang dipicu rasa jenuh tinggal di pengungsian meskipun kondisi rumah belum sepenuhnya kering.