Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Taufiq Muhammad, mengakui hingga saat ini pihak Maxride belum mengajukan perizinan resmi sebagai angkutan umum.
Ia menyatakan Pemkot Solo bersama kepolisian telah melakukan pendekatan persuasif. Namun, bola kini berada di tangan pemerintah daerah untuk menentukan arah kebijakan.
“Aspirasi ini akan kami sampaikan ke Wali Kota Solo. Keputusan rencananya diambil akhir pekan ini,” kata Taufiq.
Desakan publik yang kian menguat membuat kebijakan transportasi di Kota Solo kini berada di persimpangan. Publik menunggu, apakah Pemkot Solo berani bersikap tegas atau kembali membiarkan angkutan tanpa izin terus beroperasi di ruang publik.