DEMAK, diswayjateng.id – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Demak dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada kondisi Jalan Pantura. Sejumlah titik di jalur nasional tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari aspal mengelupas hingga munculnya lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan.
Kerusakan jalan terlihat di beberapa ruas, terutama di wilayah Trengguli hingga perbatasan Demak–Kudus. Lubang jalan yang tertutup genangan air membuat pengendara sulit mengantisipasi, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
Menanggapi kondisi tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Demak mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di Jalur Pantura, terlebih pada saat hujan maupun malam hari.
KBO Satlantas Polres Demak, Iptu Djoko Prayitno, mengatakan bahwa hujan yang turun secara terus-menerus mempercepat kerusakan jalan, sementara volume kendaraan di Jalur Pantura tetap tinggi setiap harinya.
“Akibat hujan terus-menerus, kondisi Jalan Pantura banyak yang berlubang dan sebagian tertutup genangan air. Kami mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan, dan tetap mematuhi rambu serta arahan petugas di lapangan,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Ia juga menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan kerusakan jalan, sembari melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan.
Selain mengimbau kehati-hatian, Satlantas Polres Demak juga mengingatkan pengendara untuk menjaga jarak aman dan tidak memaksakan melintas di ruas jalan yang tergenang air, karena dikhawatirkan terdapat lubang yang tidak terlihat.
“Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas. Kami berharap masyarakat bersabar dan selalu waspada saat melintasi Jalur Pantura Demak,” tandasnya.