Tanggap Darurat Banjir Batang, SPPG Kompak Turun Gunung Bagi 1.000 Bungkus Nasi

Tanggap Darurat Banjir Batang, SPPG Kompak Turun Gunung Bagi 1.000 Bungkus Nasi

Penyaluran bantuan nasi untuk warga korban banjir dari SPPG di Kabupaten Batang, Senin 19 Januari 2026.-Disway Jateng/ Bakti Buwono-

BATANG, diswayjateng.com - Tanggap darurat banjir Batang mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bergerak serentak membantu warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Batang.

Langkah kolektif ini diambil menyusul rapat darurat yang digelar Sabtu malam, 17 Januari 2026, bersama Bupati Batang, jajaran pemerintah daerah, dan Kepala BPBD Kabupaten Batang.

Banjir yang meluas di beberapa kecamatan membuat kebutuhan logistik warga melonjak tajam.

Dalam situasi itu, SPPG diminta mengambil peran aktif untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

BACA JUGA: 23 Kereta Api Dibatalkan pada Senin 19 Januari 2025, Jalur Pekalongan–Sragi Masih Banjir

BACA JUGA: Banjir di Batang, Kapolres AKBP Veronica Pastikan Kesehatan Warga hingga Dapur Umum Dinsos

Ketua Yayasan Al Ibriz sekaligus pengelola SPPG Kauman 1 Batang, Agus Setiono, menyampaikan bahwa kepedulian SPPG merupakan bentuk tanggung jawab sosial di tengah bencana.

“Kami melihat langsung bagaimana dampak banjir ini sangat berat bagi warga, sehingga seluruh SPPG bergerak bersama secara gotong royong untuk meringankan beban korban,” ujar Agus Setiono saat ditemui di Klidang Lor, Senin 19 Januari 2026.

Ia menegaskan, langkah ini bukan sekadar instruksi, melainkan panggilan kemanusiaan.

Seluruh jaringan SPPG di Kabupaten Batang diminta bahu-membahu agar bantuan bisa menjangkau lebih luas.

BACA JUGA: Jalan Pantura Batang Berlubang, Dua Sepeda Motor Kecelakaan di Waktu Berdekatan

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Terjang Batang, Longsor dan Banjir Rendam Belasan Desa dan Kelurahan

Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Batang, Puji Lestari menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut ditegaskan dana Bantuan Pemerintah (Banper) untuk Program Makan Bergizi (MBG) tidak dapat dialihkan untuk penanganan bencana.

Kondisi ini membuat SPPG harus mencari solusi lain agar tetap bisa membantu masyarakat terdampak banjir.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait