Sudah Musim Durian, Ini Rekomendasi Disparperta Batang

Sabtu 10-01-2026,08:00 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Durian lokal masih mendominasi kebun-kebun masyarakat. Varietas lain seperti Duritem dan Bawor juga banyak dikembangkan.

Selain itu, Musang King menjadi varietas yang paling tren saat ini. Tak ketinggalan, durian premium seperti durian Milku juga mulai dibudidayakan.

“Yang paling ramai sekarang Musang King dan Duritem,” jelas Irhas.

Musim durian di Batang biasanya berlangsung hingga pertengahan Februari. Memasuki akhir musim, ukuran durian cenderung mengecil. Meski demikian, minat konsumen tetap tinggi.

Berbeda dengan daerah Pantura lain yang hanya menjadi lokasi penjualan, Batang menawarkan pengalaman membeli durian langsung di kebun.

BACA JUGA:Tinggal Tunggu Cair, TPG ke-13 dan THR Guru di Batang Sudah Masuk Kasda

BACA JUGA:PDI Perjuangan Batang Konsolidasi Awal 2026, Rakernas dan HUT ke-53 Jadi Fokus

Konsumen dapat memilih durian yang baru jatuh dari pohonnya. Model penjualan ini dinilai meningkatkan kepercayaan pembeli.

Selain itu, harga yang ditawarkan petani relatif lebih bersaing. Irhas menilai perubahan pola pemasaran ini menjadi kekuatan baru hortikultura Batang.

Petani tidak lagi bergantung pada tengkulak atau pasar tradisional. Media sosial menjadi etalase utama sekaligus sarana promosi gratis.

Dengan tren tersebut, durian Batang tidak hanya unggul dari sisi rasa, tetapi juga cara pemasarannya. Pemerintah daerah berharap geliat durian ini mampu meningkatkan pendapatan petani.

Ke depan, hortikultura durian di Batang diharapkan terus berkembang dan berdaya saing. Dengan kombinasi varietas unggulan, peran petani milenial, dan dukungan teknologi, durian Batang kian mantap menjadi primadona baru di Jawa Tengah.

Kategori :