Cek Kendaraan Dinas Kelautan dan Perikanan Batang, 30 Persen Armada Rusak Berat

Jumat 02-01-2026,11:09 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Ia menjelaskan bahwa kendaraan yang mengalami rusak berat umumnya merupakan armada lama yang telah lama digunakan di lapangan.

“Untuk yang rusak berat ini karena memang kendaraannya waktunya produknya sudah lama dan pemakaiannya di lapangan,” jelasnya.

BACA JUGA:Wacana Pilkada Tidak Langsung Menguat, Gerindra Batang Nilai Lebih Kondusif dan Efisien

BACA JUGA:Sigandu dan Forest Kopi Jadi Fokus, Satlantas Batang Siapkan Skema Lalu Lintas Wisata

Agung mencontohkan bahwa kendaraan penyuluh perikanan menjadi yang paling rentan mengalami kerusakan karena intensitas penggunaan yang tinggi.

“Contohnya untuk para penyuluh,” tambahnya singkat.

Meski begitu, Agung menegaskan bahwa kondisi kendaraan operasional DKP Batang masih bisa diselamatkan melalui perbaikan bertahap.

“Harapan kami nanti kalau yang rusak-rusak berat maupun ringan segera kita perbaiki, jadi kita siap di 2026,” katanya.

Ia juga mengapresiasi para pegawai yang selama ini merawat kendaraan operasional di tengah keterbatasan anggaran.

“Kami juga terima kasih ini kepada teman-teman, perawatan kendaraan termasuk bagus sih sebenarnya,” ujarnya.

Agung tak menampik bahwa kebijakan efisiensi anggaran berdampak besar pada perawatan dan pengadaan kendaraan operasional DKP Batang.

“Karena kita adanya efisiensi akhirnya sangat terbatas sekali,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang, Hermanto, mengungkapkan tantangan geografis sebagai faktor utama kerusakan kendaraan operasional DKP Batang.

“Nggih, tantangannya lokasi kegiatan kita banyak di wilayah pesisir,” kata Hermanto.

Ia menyebut kondisi alam pesisir seperti rob dan arus air laut mempercepat proses korosi pada kendaraan.

“Yaitu pasti ada rob, ada arus, ini mengakibatkan kendaraan itu cepat keropos, cepat rusak,” jelasnya.

Kategori :