“Harapannya nanti kita juga membuat program yang tidak kalah baiknya,” lanjutnya.
Di atas segalanya, Tolkhah menekankan pentingnya soliditas internal. Ia menyebut Ansor dan Banser bukan sekadar organisasi, melainkan keluarga besar.
“Yang terpenting kita menjaga kekompakan Ansor-Banser karena kita semua adalah satu keluarga,” tegasnya.
Ia juga menekankan prinsip satu komando sebagai fondasi gerak organisasi. Menurutnya, kekompakan dan ketaatan struktural menjadi kekuatan utama GP Ansor.
Saat ditanya mengenai cita-cita pribadinya memimpin GP Ansor Batang, Tolkhah menjawab lugas.
Ia mengakui memiliki harapan besar bagi kesejahteraan kader.
“Cita-citanya tetap ada. Yang penting kita bisa menjalankan program-program yang ada,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menyebut isu ekonomi sebagai tantangan sekaligus peluang. Tolkhah menyatakan akan lebih serius menggarap sektor kemandirian ekonomi kader.
“Harapannya untuk menyejahterakan teman-teman sahabat Ansor-Banser,” katanya.
Ia bahkan menegaskan komitmen untuk lebih tegas dalam urusan ekonomi organisasi.
“Kita akan galak nanti dalam persoalan ekonomi dalam ke-Ansor-an dan Banser,” ungkapnya.
Menurutnya, kemandirian ekonomi adalah fondasi penting agar kader lebih berdaya. Terkait keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Tolkhah bersikap realistis.
Ia menyebut organisasi belum akan melangkah terlalu jauh ke arah tersebut dalam waktu dekat.
“Yang terpenting kita melengkapi kepengurusan dulu sebaik-baiknya,” jelasnya.
Fokus awal kepengurusan, kata dia, adalah konsolidasi internal. Program kerja awal akan disusun secara bertahap dan terukur.
Ia menegaskan tidak ingin tergesa-gesa tanpa fondasi organisasi yang kuat.