Puncak Konfercab X GP Ansor Batang, M Tolkhah Daniel Pimpin Ansor 2026–2030

Kamis 25-12-2025,15:33 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Ketika diminta menjelaskan program positif periode sebelumnya, Tolkhah memaparkan cukup rinci.  

Menurutnya, pengkaderan tetap menjadi jantung gerakan GP Ansor.  

“Pengkaderan itu ada PKD, PKL, Diklat SAR, Susbalan,” paparnya.  

Selain itu, kegiatan keagamaan juga menjadi ciri khas Ansor di tingkat akar rumput. Ia menyebut Rijalul Ansor sebagai program yang hidup di masyarakat.  

“Rijalul Ansor itu sholawatan, biasanya ada di setiap PAC masing-masing,” ujarnya.  

Frekuensi kegiatan disesuaikan dengan kondisi wilayah. Ada yang digelar sebulan sekali, dua bulan, hingga tiga bulan sekali.  

Menurut Tolkhah, kegiatan tersebut memberi dampak sosial yang nyata.  

“Dan itu menjadi nilai positif bagi masyarakat yang ada di kampung,” katanya.  

Ia menambahkan, kegiatan Rijalul Ansor sering dipadukan dengan pengajian. Pengajian tersebut diisi oleh kader-kader Ansor sendiri.  

Hal ini dinilai memperkuat peran Ansor sebagai penggerak dakwah kultural. Konfercab X GP Ansor Batang bukan sekadar pergantian ketua.  

Ia menjadi refleksi perjalanan organisasi dan peneguhan arah masa depan. Dengan kepemimpinan baru, harapan kader pun menguat.  

Soliditas, kaderisasi, dan kemandirian ekonomi menjadi kata kunci. GP Ansor Batang diharapkan semakin adaptif menghadapi dinamika daerah.  

Sekaligus tetap teguh pada nilai ke-NU-an dan kebangsaan.  

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan pada acara itu memimpin langsung Apel Akbar Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang digelar di Alun-alun Batang, Kabupaten Batang.

Faiz menegaskan, bahwa Ansor dan Banser memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, tetapi juga sebagai elemen penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Ansor dan Banser adalah bagian penting dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan bangsa Indonesia, yang berbeda suku, agama, ras, dan adat istiadat. Pemerintah Kabupaten Batang menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan sahabat-sahabat semua,” jelasnya.

Kategori :