Tinjau Rob Batang, DPR Rizal Bawazier Desak Prabowo Percepat Tanggul Raksasa

Jumat 28-11-2025,15:14 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Bakti Buwono

Umar menekankan bahwa rob bukan lagi musibah musiman, melainkan siklus air harian yang semakin merangkak ke selatan.

“Jarak rob ke permukiman tinggal sekitar satu kilometer, dan lima tahun terakhir air makin ke selatan,” ungkapnya prihatin.

Lebih dari 200 petani kini kehilangan mata pencaharian karena sawahnya hilang. Saat rob naik, ketinggian air bisa mencapai selutut dan membuat jalan desa tak lagi terlihat jelas.

“Kalau air rob naik, itu hampir selutut, jalannya tidak kelihatan,” jelas Umar sambil menunjukkan titik-titik yang selalu tergenang.

Air laut biasanya mulai masuk tengah malam dan baru surut menjelang sore, menciptakan ritme hidup yang melelahkan bagi warga.

Desa tetangga, Denasri, sudah lebih dulu terendam rob hingga masuk permukiman dan menjadi contoh nyata ancaman serupa bagi Kasepuhan.

“Sekarang belum sampai ke permukiman, tapi melihat perkembangan lima tahun terakhir, kalau tidak segera ditangani ya akhirnya ke permukiman juga,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah pusat tidak lagi menunda pembangunan Tanggul Raksasa karena tanpa intervensi besar, Kasepuhan bisa kehilangan fungsi permukiman, ekonomi, dan identitasnya.

Kategori :