SLAWI, diswayjateng.id - Sentra Kreasi Trengginas (Eskate) akhirnya dilauncing Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Kamis (23/10). Keberadaan Sentra Kreasi Trengginas ini merupakan komitman Dinas Sosial untuk memanfaatkan aset pemkab dengan memberikan fasilitas atau area bagi teman-teman penyandang disabilitas atau keluarga yang memiliki penyandang disabilitas untuk mengembangkan produk yang sudah dijalankan terutama yang masih home industri.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal Iwan Kurniawan menyatakan Eskate diharapkan dapat menjaga keberlangsungan program pemberdayaan penyandang disabilitas di Kabupaten Tegal agar tidak hanya terpatok program pelatihan saja. "Tetapi Eskate sebagai ajang menampilkan hasil ilmu pelatihan yang sudah didapatkan," ujarnya.
Keberadaan Eskate dapat dijadikan wadah bagi PSKS (Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial) seperti PKH, TKSK, Karang Taruna dan para akademisi (Purbaya) dan dunia usaha seperti (pelaku usaha yang tergabung dalam SKT sudah memiliki brand dan sponsorship) untuk berkontribusi dalam penanganan PPKS Kabupaten Tegal yang dibalut kolaborasi apik dalam pengelolaan Eskate.
Hal ini menjadi salah satu intervensi pengentasan kemiskinan Kabupaten Tegal dengan sasaran khusus yaitu penyandang disabilitas yang menurut pendataan pada tahun 2022 terdapat 6.530 jiwa. “Dari jumlah tersebut diambil usia produktif dan didapatkan 178 orang telah mendapatkan program pemberdayaan berupa pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh kami melalui UPTD Loka Bina Karya," cetusnya.
Di area Eskate Foodcourt ini terdapat 20 stan yang terbagi kedalam 2 kategori yaitu kuliner dan non kuliner, stand kuliner yang akan memanjakan lidah diantaranya ada kopi kekinian, pizza, aneka minuman panas dandingin, warmindo, mie ayam/baso, ayam bakar, kebab, melon dan buah potong, aneka makanan basah, aneka makanan kering, es buah dan ss dawet.
BACA JUGA:Dinsos Kabupaten Tegal Salurkan Bantuan Korban Angin Puting Beliung
BACA JUGA:Dinsos Kabupaten Tegal Akomodir Orang Tua Asuh Bayi Terlantar
Selanjutnya di area non kuliner ada aneka tanaman hias, batik ciprat asli produksi penyandang disabilitas dan hasil konveksi seperti celana/baju dari peserta pelatihan LBK, kerajinan/handycraft dari limbah dan bambu, konter pulsa, pembayaran lainnya serta aksesoris hp yang mengelola salah satu teman tuna netra penerima bansos ATENSI, service elektronik dan potong rambut dari brand ternama Harmony Barbershop yang sudah lama ikut mendampingi teman-teman PPKS untuk berdaya serta stand untuk merilekskan tubuh yaitu pijat.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rocham mengapresiasi langkah Dinas Sosial yang mengintegrasikan program EsKaTe ini dengan berbagai pilar sosial seperti TKSK, PKH, dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) serta menggandeng dunia usaha melalui prinsip tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility). " Tentu saja, pemerintah daerah melalui program Tegal Luwih Apik juga telah menyiapkan beberapa dukungan, seperti fasilitasi perizinan usaha mikro dan kecil melalui DPMPTSP, promosi produk ekonomi kreatif melalui Dinas Koperasi dan Perdagangan, serta program pelatihan kewirausahaan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial," ungkapnya.