KM Kramat Jati Terbakar dan Tenggelam di Laut Jawa

Sabtu 12-07-2025,20:00 WIB
Reporter : Eko Fidiyanto
Editor : Rochman Gunawan
KM Kramat Jati Terbakar dan Tenggelam di Laut Jawa

BREBES, diswayjateng.id - Kapal nelayan KM Kramat Jati asal Tegal terbakar dan tenggelam di Laut Jawa pada sekitar pukul 05.00 WIB. Satu ABK asal Kabupaten Brebes hilang dan hingga kini belum ditemukan. Korban kapal terbakar di Perairan Karimunjawa, Jawa Tengah tiba di Pelabuhan Perikanan Kluwut Kecamatan Bulakamba, Brebes dengan membawa 18 ABK selamat. 

Ditemui di rumahnya di Desa Rancawuluh Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, korban selamat, Tanuri (25) mengaku, KM Kramat Jati baru berangkat melaut pada Senin (7/7/2025) sore dari Pelabuhan Kota Tegal. Belum sempat menangkap ikan, KM Kramat Jati tiba-tiba terbakar pada Kamis (10/7/2025) pagi pukul 05.00 WIB saat para ABK sedang terlelap tidur. 

Saat bangun karena kobaran api, para ABK langsung berlari ke bagian depan kapal dan terjun ke laut untuk menyelamatkan diri. Sebanyak 19 ABK yang berada di KM Kramat Jati sempat terombang-ambing di tengah laut hingga 5 jam. Mereka hanya mengandalkan pelampung seadanya, karena semua pelampung di kapal ikut terbakar. 

"Kita semua sudah pasrah saat terombang-ambing dan belum melihat kapal lain yang lewat. Kita hanya punya pelampung seadanya. Dari kejauhan ada titik hitam yang menghampiri kita, ternyata itu kapal minyak yang menyelamatkan kita," kata Tanuri di rumahnya. 

BACA JUGA:Belum Ditemukan, Pemilik Kapal Beri Santunan Kepada Orang Tua Dafa

BACA JUGA:Diduga Korsleting Listrik, Kapal Perikanan Terbakar saat Bersandar di Kota Tegal

Tanuri melanjutkan, ada delapan ABK asal Desa Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba yang ikut KM Kramat Jati dari total 19 ABK di kapal tersebut. Satu ABK dinyatakan hilang dan tujuh ABK selamat termasuk dirinya. "Sisanya ada yang berasal dari Bulusari dan Grinting, Kecamatan Bulakamba. Ada juga dari Tegal. Dari Brebes itu ada belasan ABK, termasuk nahkoda orang Desa Kluwut," terangnya.

Dia mengatakan, untuk korban yang masih dilakukan pencarian bernama Santoso. Dia menceritakan, saat kejadian korban berpegangan pada sebuah tali yang ada di jangkar dan sambil diam termenung. "Akhirnya dia tidak sempat memegang tali yang dari kapal penyelamat. Walaupun tangan kami berdarah-darah karena pegangan tali, kita berhasil diselamatkan oleh kapal minyak yang melintas, kapal kita yang terbakar sudah tenggelam," tandasnya.

Robani ayah Santoso yang menjadi korban hilang mengatakan, dari informasi yang ia peroleh, 18 ABK berhasil selamat namun anaknya hingga saat ini belum ditemukan atau hilang. Santoso adalah anak pertama dan sudah memiliki istri dan satu anak. "Tadi malam petugas dari Pelabuhan Tegal, kemudian Pos AL datang ke rumah dan menyampaikan bahwa anak saya belum ditemukan. Saya ikhlas, tapi kalau Allah masih melindungi anak saya, semoga selamat," katanya. 

Kepala Satuan Polairud Polres Brebes AKP Nur Mahmud membenarkan adanya peristiwa kebakaran kapal yang membawa ABK asal Desa Rancawuluh, Bulakamba, Brebes. "Betul ada warga Rancawuluh, tapi itu kapalnya asal Tegal. Tapi jumlah pastinya kami belum tahu berapa," kata Nur saat dikonfirmasi wartawan.

BACA JUGA:Pemprov Jateng Kerahkan Pompa dan Kapal Fiber Atasi Rob di Sayung Demak

BACA JUGA:Telur Berdiri dan Kapal Terbakar, Khidmatnya Ritual Peh Cun Kota Pekalongan 2025

KM Kramat Jati mengalami kebakaran yang cukup besar. Kobaran api dan asap tebal nyaris membakar seluruh bagian kapal. Sementara belasan ABK menyelamatkan diri dengan terjun ke laut dan peralatan pelampung seadanya. Dengan berpegangan seutas tali, para ABK ini berenang menuju kapal niaga yang saat itu melintas di dekatnya. 

Berdasarkan informasi laporan yang diterima oleh Pos AL Kluwut Kabupaten Brebes, KM Kramat Jati terbakar di perairan Pulau Karimunjawa, tepatnya di koordinat 50 3’ 32.13” LS - 1100 43’ 21.19” BT. Sumber api berasal dari dari dapur yang diduga berasal dari kompor yang sedang digunakan untuk memasak, yang kemudian terjadi kebakaran dan merembet ke bagian lainnya.

Total awak KM Kramat Jati sebanyak 19 orang, 18 orang berhasil dievakuasi untuk dibawa menuju darat. Sedangkan satu ABK belum ditemukan karena melompat ke laut tanpa memakai peralatan keselamatan jiwa. Awal kejadian, sebanyak 18 awak kapal berhasil diselamatkan (pindah kapal) oleh kapal niaga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian menuju arah timur. 

Kategori :