Petani Gringsing Batang Perangi Tikus Sawah Pakai Asap Belerang

Jumat 30-05-2025,19:26 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Wawan Setiawan

Beberapa sarang tikus berhasil dilumpuhkan total, membuat petani sedikit lega menjelang masa tanam.

Tapi tak cukup sampai di situ, mereka juga menggali lubang-lubang sarang tikus secara manual.

Langkah ini diambil agar benar-benar yakin tidak ada lagi hama yang tertinggal di bawah tanah.

Serangan hama tikus memang bukan perkara sepele.

Jika dibiarkan, kerusakan yang ditimbulkan bisa menyebabkan gagal panen, bahkan sebelum padi sempat tumbuh sempurna.

Di Gringsing, situasi makin krusial karena ada rencana pelebaran benih padi sebelum musim tanam dimulai.

Kegagalan panen tentu jadi mimpi buruk yang tak ingin diulang.

“Pelebaran benih padi akan segera dilakukan, jadi kami harus pastikan kondisi sawah bersih dari tikus,” jelas Iqbal.

Kondisi ini membuat para petani ekstra waspada.

Mereka bekerja pagi hingga sore demi memastikan satu lubang pun tidak terlewatkan.

Sebagian besar aksi dilakukan di wilayah utara Desa Sidorejo dan Kebondalem, dua desa yang paling terdampak serangan tikus musim ini.

Iqbal menyebut, dengan metode belerang dan penggalian manual, populasi tikus mulai bisa ditekan.

“Dulu jumlahnya bisa puluhan per sarang, sekarang sudah jauh berkurang,” katanya.

Upaya ini tentu jadi angin segar bagi petani yang selama ini bergantung pada hasil panen padi.

Dengan kondisi sawah yang mulai bersih dari hama, harapan akan panen melimpah kembali terbuka.

Tapi ini belum selesai—pengendalian harus dilakukan secara rutin.

Kategori :