Namun karena waktu tempuh membutuhkan beberapa jam melalui dan jalur laut, imbuh Yunia, warga yang sakit atau ibu melahirkan terkadang belum sempat mendapat perawatan intensif. Bahkan ironisnya lagi ada yang meninggal atau melahirkan di tengah laut.
"Kalau disetujui kapal ambulans itu dibuat disini, agar spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan," harap Yunia.
Merespon keinginan warga Pulau Parang, Bupati Jepara Witiarso memastikan bahwa pembangunan Dermaga Pulau Parang segera dibangun tahun 2026.
“Untuk tahun ini, infrastruktur yang dibangun adalah jalan beton menuju dermaga bagian timur di Pulau Parang. Tahun ini jalan dibeton dulu. Tahun 2026 kita bangun dermaga. Anggarannya kita carikan, bisa dari provinsi," ujar Witiarso.
Terkait pembangunan Puskesmas Pembantu di Parang, Witiarso juga memastikan juga akan dibangun. Hanya saja, pustu itu bisa dibangun jika lahannya milik pemerintah daerah.
"Bangun Pustu cukup 500 meter persegi. Harga tanahnya yang terjangkau saja Rp50 ribu per meter, agar bisa segera direalisasikan," pinta Witiarso.
Setelah itu, satu persatu aspirasi warga direspon oleh Mas Wiwit dan jajarannya. Mulai dari usulan PTSL, pengolahan sampah, pembangunan sumur bor dan lainnya.
Warga Parang lainnya yakni Sokib mengacungi jempol respon cepat Bupati Witiarso dan jajarannya. Termasuk soal usulan pembangunan penerangan jalan umum di wilayahnya.