PATI, diswayjateng.id- Kabupaten Pati kini berada di jalur percepatan kemajuan. Sebab dua persoalan utama yakni pupuk dan harga gabah yang kerap dileluhkan para petani di Bumi Mina Tani kini telah teratasi.
Tidak mengherankan jika Bupati Pati Sudewo kini berani mengkampanyekan tagline Pertanian Pati: “10 Ton Bisa!". Dengan artian 10 hektare lahan sawah harus bisa menghasilkan 10 ton gabah.
Bupati Sudewo menegaskan, tagline Pertanian Pati itu diharapkan menjadi semangat baru bagi para petani untuk meningkatkan produktivitasnya.
“Pertanian Kabupaten Pati sudah dimuliakan oleh Pak Prabowo. Dua masalah utama, yakni pupuk dan harga gabah, kini telah tuntas. Pemerintah juga sudah menetapkan harga panen gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram,” ujar Sudewo.
Hal itu dilontarkan Bupati Sudewo, saat pagelaran music menghadirkan band Obat Awet Muda (OAM). Yakni sebuah kegiatan reflektif sekaligus hiburan rakyat di halaman Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Pati, Selasa malam.
Sudewo juga menghimbau orang tua agar mengurangi ketergantungan anak-anaknya terhadap gawai. Selain itu, lebih mendorong kegiatan belajar yang produktif.
Tak hanya berbicara soal hiburan dan pendidikan, Sudewo juga mengungkapkan sederet program besar yang akan diluncurkan. Ia memastikan bahwa setiap kebijakan berpihak pada rakyat dari pertanian, pendidikan, hingga kebudayaan.
Sudewo menyebut, salah satunya adalah beasiswa penuh bagi sekitar 230 siswa dari keluarga kurang mampu yang lolos ke perguruan tinggi negeri lewat jalur SNBP dan UTBK.
Menurut Sudewo, program beasiswa ini dijadwalkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026.
Tak lupa, Sudewo juga merencanakan pengaktifan kembali Car Free Day setiap dua pekan sekali. Yakni mulai pertengahan Mei serta merancang pembangunan gedung kesenian di Alun-Alun Kembang Joyo.
Ia juga berencana mengundang Dalang Aditya untuk pentas wayang di depan Pendopo Kabupaten Pati. Tujuannya sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya.
Tak kalah menarik, Bupati juga tengah mempertimbangkan sejumlah opsi slogan baru untuk Kabupaten Pati seperti “Pati Mutiara”, “Pati Maju", dan "Pati Hebat”.
Ia menyatakan segera membahas lebih lanjut dengan mendengar respons masyarakat sebelum menetapkan pilihan.
Dalam acara ini juga dihadiri Wakil Bupati, Dandim 0718 Pati, sekretaris daerah, para asisten Sekda, para kepala OPD, Camat, Pj Bupati Pati Periode 2022-2024, Ketua TP PKK Kabupaten Pati serta sejumlah tamu undangan lainnya.
“Yang utama adalah hiburan bagi masyarakat Kabupaten Pati dan sebagai sarana silaturahmi saya dengan warga. Sehari-hari kami melaksanakan tugas dari pagi hingga malam, maka sekali-kali kita perlu refleksi bersama,” terang Sudewo.