Upaya Penanganan Fakir Miskin, Dinsos Terima Alokasi Sembilan Bantuan KUBE

Upaya Penanganan Fakir Miskin, Dinsos Terima Alokasi Sembilan Bantuan KUBE

SINERGI - Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal usai hadiri sosialisasi KUBE 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah.--

SLAWI, diswayjateng.com - Pemkab Tegal melalui Dinas Sosial tahun ini mendapatkan alokasi  bantuan untuk sembilan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) merupakan salah satu pendekatan dalam penanganan fakir miskin yang bermitra pemberdayaan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal, Tri Guntoro menyatakan bahwa tujuan KUBE adalah untuk meningkatkan penghasilan sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan kemiskinan. 

"Perbedaan pemahaman terhadap kebijakan dan teknis pelaksanaan berpotensi menimbulkan kendala di lapangan, dari tahap awal hingga akhir kegiatan. Agar pelaksanaan Program KUBE tahun 2026 dapat berjalan secara tertib dan tepat sasaran, diperlukan pemahaman yang sama dari seluruh pihak yang akan terlibat, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, pendamping, maupun pemangku kepentingan lainnya," ujarnya usai mengikuti kegiatan sosialisasi Kamis (12/2).

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat tersosialisasikan kebijakan teknis pelaksanaan Program KUBE Tahun 2026 kepada seluruh pihak terkait.

"Dan memberikan pemahaman yang utuh mengenai arah dan mekanisme pelaksanaan Program KUBE Tahun 2026," terangnya.

Dalam sosialisasi program KUBE 2026 kali ini turut dibahas terkait kebijakan dan arah program KUBE Tahun 2026, mekanisme dan tahapan pelaksanaan KUBE, hingga peran dan fungsi pendamping serta pemerintah daerah, serta ketentuan administrasi.

Sosialisasi dan pemberdayaan KUBE oleh Dinsos Provinsi Jateng bertujuan menurunkan angka kemiskinan ekstrem dengan memberikan bantuan modal usaha (sekitar Rp20 juta) dan pendampingan kepada kelompok keluarga prasejahtera dalam DTKS. 

"Program ini mendorong kewirausahaan mandiri, graduasi mandiri/sejahtera, serta memperkuat ekonomi lokal melalui kelompok usaha produktif. Dan meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, dan mendorong kemandirian ekonomi keluarga miskin (KPM) agar tidak bergantung pada bantuan sosial," ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait