Acara ini juga akan menjadi uji coba untuk pertanian terpadu dari hulu ke hilir, di mana anak-anak dapat belajar menanam menggunakan transplanter, melihat langsung sistem IoT, juga belajar smart farming. "Intinya, di SAE mengangkat tentang smart farming,” ucap Mbak Ita.
BACA JUGA:Wisata Petik Buah Melon di Agro Wisata Kalisapu Kabupaten Tegal
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shotiah, menjelaskan bahwa di SAE akan ada 32 stand yang menampilkan berbagai komoditas, tidak hanya di bidang pertanian tetapi juga hortikultura. Produk yang ditampilkan meliputi durian, kopi, alpukat dan sebagainya.
"Ada juga edukasi tentang pemanfaatan limbah organik menjadi magot dan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Intinya, smart farming akan ditampilkan di Semarang Agro Expo," imbuhnya.