Dharma Wana Pemalang Ubah Limbah Jadi Sarana Penghijauan
DISUMBANGKAN - Galon bekas dan bibit pohon dari masyarakat yang telah disumbangkan dan akan dimanfaatkan. --
PEMALANG, diswayjateng.com - Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, organisasi Dharma Wana Desa Cikendung Kecamatan Pulosari, terus menghadirkan inovasi berbasis partisipasi masyarakat. Komunitas ini menggagas program pengumpulan galon bekas yang dimanfaatkan sebagai media pembibitan pohon produktif, sekaligus membuka donasi bibit pohon dari masyarakat luas.
Agus Setiadi Ketua Dharma Wana Cikendung mengatakan, program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan, khususnya di sekitar sumber mata air yang mulai mengalami penurunan kualitas, akibat minimnya vegetasi penyangga.
Melalui pemanfaatan galon bekas, Dharma Wana menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar, mengubah limbah menjadi sarana penghijauan.
“Galon bekas yang sering dianggap tidak berguna, justru bisa menjadi awal kehidupan baru bagi pohon-pohon produktif. Dari sinilah kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil,” ujar Agus Setiadi, Senin (20/4/2026).
Tidak hanya berhenti pada pengumpulan galon, Dharma Wana Cikendung juga mengembangkan inovasi berbasis kolaborasi dengan masyarakat dan pemuda setempat.
Melalui pendekatan ini, berbagai jenis sampah rumah tangga mulai dikelola dan diolah menjadi barang yang lebih bermanfaat, seperti pot tanaman, media tanam, hingga produk kreatif bernilai ekonomi.
Keterlibatan pemuda menjadi salah satu kunci utama dalam gerakan ini. Dengan semangat gotong royong, para pemuda diajak untuk aktif dalam proses pengelolaan sampah, pembibitan, hingga kegiatan edukasi lingkungan.
"Hal ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab, terhadap kelestarian alam," tambah Agus.
Selain menerima sumbangan galon bekas, Dharma Wana Cikendung juga membuka peluang bagi masyarakat luas, untuk berkontribusi melalui donasi bibit pohon, khususnya tanaman produktif seperti buah-buahan dan tanaman keras yang memiliki manfaat jangka panjang.
Bibit-bibit tersebut nantinya akan ditanam di area sekitar sumber mata air, sebagai bentuk konservasi dan upaya menjaga keberlanjutan sumber air.
Kegiatan Dharma Wana dilaksanakan secara rutin setiap hari Ahad, meliputi pembibitan, pemeliharaan bibit, monitoring kondisi sumber mata air, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kerja bakti, tetapi juga ruang belajar bersama dalam menciptakan solusi lingkungan yang berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Dharma Wana Cikendung berharap gerakan ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. Bahwa dengan kebersamaan, limbah dapat diubah menjadi berkah, dan langkah kecil hari ini mampu menjaga keberlangsungan alam untuk masa depan.
"Galon bekas memang banyak dan adanya Dharma Wana sangat membantu masyarakat untuk memanfaatkan galon bekas, menjadi barang berguan dan bernilai," ujar Aris salah satu warga Cikendung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: