DISWAYJATENG.ID – Bagi kalian yang sedang berlibur di Bali dan ingin mencari tentang ilmu sejarah bisa mengunjungi wisata yang satu ini. Hal itu sebab tempat ini mengandung ilmu sejarah yang sangat bagus untuk kita ketahui.
Bali bukan hanya terkenal dengan wisata pantainya saja, akan tetapi terdapat banyak wisata yang bisa kalian kunjungi ketika berada di Bali salah satunya Goa Gajah yang mempunyai banyak sejarah. Goa Gajah menjadi penegasan tentang pesona Bali bukan hanya sekedar tentang keindahan pantainya saja, akan tetapi semua ragam tema wisata tersaji di Pulau Dewata. Goa Gajah adalah, goa buatan yang kini berfungsi sebagai tempat wisata bersejarah di Bali serta tempat beribadah sekaligus tempat yang disucikan di Gianyar Bali. Bahkan saat ini Goa Gajah memiliki status dari UNESCO sebagai situs warisan dunia yang harus dilindungi. Tetapi statusnya masih tentatif dengan kata lain masih menuggu kepastian dari UNESCO. Berikut sejarah dan daya tarik yang ada di wisata Goa Gajah Bali, antara lain: Sejarah Goa Gajah Sejarah Goa Gajah dimulai pada abad ke 10 sampai 11 Masehi pada masa Dinasti Warmadewa. Adapun sejarah penamaan Goa Gajah mengacu kepada patung Ganesha yang ditemukan di kawasan tersebut. Fase kedua sejarah Goa Gajah yaitu pada 1923 saat pejabat Belanda yang bernama LC. Heyting menemukan arca Hariti dan arca Ganesha di kawasan tersebut. Kemudian penemuannya dilaporkan kepada pemerintah Hindia Belanda yang kemudian pada 1925 diadakanlah penelitian lebih serius di lokasi Goa Gajah Bali yang dipimpin oleh Dr. WF. Stutterhheim. Sebagai Simbol Kerukunan Antar Agama Untuk daya tarik pertama dari Goa Gajah adalah selain sebagai destinasi wisata di Bali yang fenomenal, di sisi lain sebagai simbol kerukunan dan harmoni antar umat beragama khususnya agama Hindu dan Buddha. Kawasan Goa Gajah dibagi dua area yaitu bagian Selatan dan Utara, pada bagian utara adalah lokasi tempat arca Ganesha berada serta Goa Gajah dan tempat ibadah umat Hindu. Sedangkan pada bagian selatan terdapat reruntuhan stupa dan diyakini sebagai kawasan tempat beribadah umat Budha, dan dua kawasan tersebut dipisahkan oleh sebuah parit besar. Arsitektur bangunan yang ada di kawasan objek wisata Goa Gajah sangat bagus serta tertata secara baik. Para pengunjung diharapkan senantiasa untuk menjaga sikap tidak merusak lingkungan serta properti yang ada. Goa Buatan yang Bersejarah Goa Gajah adalah goa buatan yang kini sebagai sebuah peninggalan yang sangat bersejarah di Bali. Ada yang unik dari Goa Gajah, jika rata-rata tempat ibadah umat Budha maupun Hindu berada di kawasan terbuka dengan pura atau kuil yang menjulang ke atas. Sedangkan Goa Gajah adalah tempat ibadah yang menjorok ke dalam dan berbentuk sebuah goa, dan pada bagian dalam Goa Gajah terdapat beberapa tempat untuk bersemedi, dan Goa Gajah juga tidak sempit dan pengap. Jam Buka Goa Gajah Bali Goa Gajah buka selama 24 jam, dan buka setiap hari. Fasilitas di Goa Gajah Bali Fasilitas wisata di Goa Gajah seperti adanya area parkir, toilet, toko selendang dan souvenir, pura dan goa bersejarah. Harga Tiket Masuk Goa Gajah Bali Untuk tiket masuk Goa Gajah untuk wisatawan domestik yakni Rp30.000 per orang untuk dewasa, dan Rp15.000 per orang untuk anak-anak. Sedangkan untuk wisatawan luar negeri yakni Rp50.000 per orang untuk dewasa, dan Rp.25.000 per orang untuk anak-anak. Lokasi Goa Gajah Bali Lokasi Goa Gajah terletak dekat dengan aliran Sungai Petanu, lebih tepatnya berada di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, Bali. Rute Menuju Wisata Goa Gajah Gianyar Bali Jalan menuju Goa Gajah Gianyar Bali bisa kita akses oleh kendaraan sepeda motor dan mobil hingga area parkiran utama Goa Gajah. Jarak Goa Gajah dari Denpasar Bali sekitar 25 kilometer dengan kisaran waktu tempuh 1 jam perjalanan. BACA JUGA:3 Daya Tarik yang Cantik di Pantai Balangan Bali Demikian pembahasan kita mengenai sejarah dan daya tarik di wisata Goa Gajah Bali, semoga bermanfaat. (*)Ini Dia Sejarah dan 2 Daya Tarik Tempat Wisata Goa Gajah Bali
Minggu 30-07-2023,02:25 WIB
Reporter : Dimas Hadi Ibrahim
Editor : Dimas Hadi Ibrahim
Kategori :
Terkait
Rabu 14-10-2026,07:00 WIB
Sensasi Romantis di Ujung Pegunungan: Nikmati Kuliner Hangat nan Syahdu di Terasse Guci Tegal
Sabtu 12-09-2026,07:05 WIB
Guci Tegal Tawarkan Wisata Healing hingga Senja di Bukit Rimpak
Rabu 02-09-2026,08:45 WIB
Dua Desa di Batang mulai Dibangun jadi Kampung Nelayan Merah Putih, Ini Lokasinya
Rabu 02-09-2026,06:10 WIB
Penumpang Stasiun Gombong Tembus 44 Ribu per Bulan, Wisata Kebumen Makin Mudah Diakses
Jumat 28-08-2026,14:26 WIB
Kebumen Gandeng Malaysia Tourism, Buka Peluang Promosi Wisata ke Mancanegara
Terpopuler
Senin 26-10-2026,06:37 WIB
Di Balik Kauman Batik Art Festival 2026 Kota Pekalongan, Antara Inovasi dan Keberlanjutan
Senin 26-10-2026,09:35 WIB
Kecelakaan Maut di Purworejo, Kakak Beradik Tewas Usai Motor Tabrakan dengan Pickup
Senin 26-10-2026,09:42 WIB
Lelang KPBU APJ Batang, Konsorsium Asal Surabaya jadi Pemenang?
Senin 26-10-2026,07:14 WIB
Libur Melaut, Nelayan Kebumen Adu Kuat Tarik Tambang di Pantai Karangbolong
Senin 26-10-2026,08:21 WIB
Antre Haji 10 Tahun, Humam Sempat Terkendala Sidik Jari saat Rekam Biovisa
Terkini
Senin 26-10-2026,22:04 WIB
Logo Baru PDAM Kota Salatiga, Ini Makna Terkandung di Dalamnya
Senin 26-10-2026,21:32 WIB
Batik Tulis, Inklusi, dan Masa Depan Anak Muda: Perjalanan 12 Tahun Rumah Batik TBIG Pekalongan
Senin 26-10-2026,21:14 WIB
Representasi Membangun Kepercayaan Publik, Imron Cahyadi Luncurkan Logo Baru PDAM Hingga Aplikasi SIGAP
Senin 26-10-2026,20:51 WIB
Kekeringan Kepung 51 Desa di Demak, 66 Ribu Warga Bergantung pada Bantuan Air Bersih
Senin 26-10-2026,20:48 WIB