DISWAYJATENG.ID – Bali bukan hanya terkenal dengan wisata pantai maupun pegunungan saja, akan tetapi ada salah satu museum yang harus kalian kunjungi ketika datang ke Bali.
Hal tersebut karena tempat ini menyuguhkan berbagai mahakarya yang sangat bagus untuk kita lihat yang akan membuat kita takjub akan hasil dari mahakarya pelukis Internasional. Tempat ini juga sangat cocok jika kalian mengajak anak tercinta karena untuk menambah wawasan serta pola pikirnya agar dapat berkembang dengan baik dengan mengetahui sejarah. Sampai saat ini Pulau Dewata masih menjadi destinasi impian bagi semua para wisatawan dari seluruh penjuru nusantara bahkan hingga sampai ke seluruh penjuru dunia. Biasanya liburan ke Bali akan dipenuhi dengan pantai dan pantai, tetapi untuk kali ini kita tidak akan menjelajah pantai melainkan menjelajah ke sebuah museum. Kawasan museum ini cukup menarik hal tersebut karena banyak para wisatawan akan disuguhkan dengan berbagai macam karya seni berupa lukisan-lukisan menarik. Maha karya kelas atas yang pasti akan menghadirkan decak kagum dan Museum ini bernama Blanco Renaissance. Mungkin bagi sebagian wisatawan masih asing mendengar nama museum ini, tetapi harap maklum saja karena pamor dari tempat ini memang masih kalah dengan beberapa objek wisata yang lainnya. Berikut adalah informasi tentang wisata di Museum Blanco Bali ini, antara lain: Profil Museum Blanco Nama pemilik dari objek wisata ini adalah Mario Antonio Blanco, dan dia lahir di Manila, Filipina, 15 September 1912. Sejak umurnya masih 5 tahun, Blanco sudah menunjukkan kecintaannya terhadap dunia seni bahasa dan juga sastra dan tidak jarang anak sekecil itu mencoba berkreatifitas di bidang yang disukainya. Kecintaannya terhadap dunia seni dan sastra mengantarkannya kedalam sebuah keahlian dalam berbahasa. Tidak tanggung-tanggung Blanco mampu berbicara dalam 5 bahasa sekaligus, yaknni seperti bahasa Indonesia, Prancis, Spanyol, Tagalog, dan bahasa Daerah Bali. Dalam perjalanannya menjadi seorang pelukis Blanco melukis bentuk lekuk tubuh perempuan dan sembari melakukan pembelajaran lebih mengenai dunia melukis, hingga beliau memutuskan untuk menetap di Bali pada 1952. Keinginannya memiliki sebuah museum pun hampir terwujud, yakni dimana raja ubud pada waktu itu memberikan Blanco sebuah tanah di Campuan, ubud yang dipergunakan sebagai rumah sekaligus studio untuk melukis. Pada 1953 Balnco pun menikah dengan seorang perempuan penari Bali, dan hidup yang ia jalani dengan melukis dan lukisan tersebut diperuntukkan untuk sebuah museum yang sudah ia persiapkan sejak lama. Sayangnya sebelum peresmian pembukaan museum Blanco sudah terlebih dahulu meninggal. Banyak sekali penghargaan yang di dapat selama hidupnya dan penghargaan tersebut datang dari Presiden Soekarno, Presiden Soeharto. Selain itu penghargaan internasional juga didapatnya melalui raja dari negara tetangga Kamboja dari penyanyi Michael Jackson dan raja raja Spanyol. Alamat dan Petunjuk Jalan Menuju Museum Blanco Untuk lokasi kawasan ini berada di Jalan raya penestanan No. 8, Desa Campuhan, Sayan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Jarak dari Bandar Udara Ngurah Rai Bali Jaraknya 38 km atau bisa membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam 22 menit. Bagi para pengunjung bisa menggunakan rute, dari Jalan By Pass Ngurah Rai menuju, Jalan Raya Batubulan, -Jalan Raya Singapadu, Jalan Raya Kangetan Jlana Campuhan III di seingakerta. Kemudian ambil jalan menuju museum di Jalan Raya Penestanan di Sayan. BACA JUGA:Ini Dia 4 Daya Tarik yang Ada di Wisata Pantai Amed Bali Demikian itulah pembahasan kita mengenai sejarah mahakarya yang ada di Museum Blanco Bali, semoga bermanfaat. (*)Museum Blanco Bali: Sejarah Mahakarya Keindahan Pelukis Internasional
Jumat 28-07-2023,00:31 WIB
Reporter : Dimas Hadi Ibrahim
Editor : Dimas Hadi Ibrahim
Kategori :
Terkait
Rabu 02-09-2026,08:45 WIB
Dua Desa di Batang mulai Dibangun jadi Kampung Nelayan Merah Putih, Ini Lokasinya
Rabu 02-09-2026,06:10 WIB
Penumpang Stasiun Gombong Tembus 44 Ribu per Bulan, Wisata Kebumen Makin Mudah Diakses
Jumat 28-08-2026,14:26 WIB
Kebumen Gandeng Malaysia Tourism, Buka Peluang Promosi Wisata ke Mancanegara
Senin 10-08-2026,20:37 WIB
Brujul Adventure Park Kebumen Kembali Bergeliat, Wisata Hutan Pinus dengan Panorama Pegunungan
Terpopuler
Senin 07-09-2026,12:31 WIB
Beredar Isu Pungli 40% Proyek SD di Rembang, Ketua Komisi IV: Ancam Lapor Inspektorat
Senin 07-09-2026,05:35 WIB
Dua Kebakaran Terjadi di Semarang dalam Sehari, Pabrik Kertas dan 6 Kios PKL Dilalap Api
Senin 07-09-2026,11:29 WIB
Bupati Batang Spill Hasil di Kementrian PU, Gringsing Bakal jadi Kota Baru
Senin 07-09-2026,10:39 WIB
Maafkan dan Doakan Pembunuh Mozza, Keluarga Minta Hukum Tak Ada Permainan
Senin 07-09-2026,10:07 WIB
Bangkai Pesawat Capung Jatuh di Blora Belum Dievakuasi, TKP Dijaga Ketat
Terkini
Senin 07-09-2026,21:09 WIB
Kios di Depan Pasar Kayen Pati Ludes Terbakar Jelang Magrib, Diduga Korsleting Listrik
Senin 07-09-2026,19:50 WIB
Jembatan Sembir Kebumen Dibuat Lebih Landai, Proyek Perbaikan Sudah 50 Persen
Senin 07-09-2026,19:49 WIB
Salatiga Juara Umum III Popda Jateng 2026, Gagal Raih Target 50 Medali Emas
Senin 07-09-2026,19:47 WIB
AMPB Laporkan Kades Tambahmulyo ke Kejari Pati Terkait Pengalihan Aset Desa, Kades Tanggapi Ini
Senin 07-09-2026,19:44 WIB