DISWAYJATENG.ID – Kita sudah pasti tidak asing lagi dengan tempat wisata Candi Borobudur yang sangat terkenal di Indonesia bahkan dunia. Kemegahan dan keunikan yang membuat kita takjub seolah terpanas ketika melihat bangunan yang satu ini.
Tempat ini sangat cocok untuk kita jadikan tempat wisata keluarga, karena bukan hanya berwisata saja, akan tetapi ketika datang kesini maka pengetahuan kita semakin tahu tentang sejarah zaman dahulu. Bahkan banyak juga para wisatawan asing yang datang ke Candi Borobudur, mereka seakan takjub melihat bangunan yang sudah lama ada ini. Wisata ke candi borobudur bisa bermanfaat banyak buat kita. Selain liburan sekaligus juga belajar sejarah dan mengagumi hebatnya budaya serta kemampuan leluhur kita dulu. Kekayaan budaya dan sejarah candi ini sudah di akui dunia, ada baiknya kita mengetahuinya juga ya. Megahnya artitektur Candi Borobudur, luas area v dan juga sejarahnya membuat candi ini masuk menjadi salah satu warisan budaya dunia. Sudah ditetapkan langsung oleh UNESCO. Candi Borobudur merupakan salah satu candi budha terbesar di dunia dan ada di Indonesia. terk adang kita suka lupa dengan ini , d i negara kita banyak peninggalan yang sifatnya luar biasa namun malahan kita anggap biasa saja. Maka dari itu simak sejarah tempat wisata Candi Borobudur ini, yakni: Kisah Sejarah Berdirinya Candi Borobudur Sejarah berdirinya candi borobudur diperkirakan di sekitar masa 750 Masehi , c andi Borobudur dibangun oleh raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra yakni salah satu dinasti besar dan berkuasa yang pernah ada di Nusantara. Berdasarkan kajian sejarah Candi Borobudur peninggalan kerajaan Mataram kuno , c andi ini menjadi pusat perkembangan agama Budha saat itu sampai pada akhirnya ditelantarkan. Kemungkinan penyebabnya yakni karena serangkaian letusan gunung m erapi yang menyebabkan penduduk berpindah ke tempat lain yang lebih aman. Bahkan ada p endapat lain juga menyebutkan bahwa tempat ini mulai benar-benar ditinggalkan setelah agama islam menyebar ke tanah jawa. Terlantar alam juga kembali berkuasa C andi Borobudur ditutupi tanah dan pepohonan sehingga benar-benar menjadi bukit , m eskipun demikian mitos dan cerita tentang candi ini tetap hidup di masyarakat. Terjadi Penemuan Kembali Candi Borobudur Saat pulau Jawa ada di bawah kendali Inggris G ubernur J endral Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814 menerima kabar tentang adanya bangunan kuno besar di hutan dekat desa Bumisegoro. Raffles kemudian mengutus HC cornelius insinyur belanda untuk menyelidikinya , h asilnya memastikan adanya bangunan kuno tersebut. Pejabat Hindia Belanda keresidenan Kedu Hartmann meneruskan hal ini pada 1835. Berkat pekerjaan pejabat inilah seluruh bagian bangunan candi mulai terlihat. Hal ini memicu rasa ingin tahu para ilmuwan dunia. Berbagai penelitian dan proses penggalian terus dilakukan tapi tidak sampai beres. Pada kurun waktu tertentu candi borobudur sempat menjadi korban jarahan , b anyak patung dan bagian-bagian lain dari candi ini yang dijual dan dimiliki pihak lain bahkan dari negara lain. Proses pemugaran candi borobudur berlangsung terhenti karena berbagai hal , s ampai pada akhirnya 1973, pemerintah Indonesia mengajukan permintaan ke dunia internasional untuk pemugaran peninggalan bersejarah ini. Pada 1975 sampai dengan 1982 proses pemugaran besar-besaran berlangsung dengan bantuan UNESCO. Setelah renovasi benar-benar selesai C andi B orobudur masuk ke dalam daftar situs warisan dunia pada 1991. BACA JUGA:Curug Lalay: Ini Dia Daya tarik Air Terjun yang Mempesona di Karawang, No 2 Paling disukai Banyak Orang Nah itu dia sedikit ringkasan tentang sejarah tempat wisata Candi Borobudur, bagi kalian yang ingin datang ke tempat ini maka jagalah selalu kebersihan tempat ini, yakni tidak membuang sampah sembarang. (*)Ini Dia Sejarah Candi Borobudur yang Sangat Mengagetkan
Jumat 21-07-2023,09:24 WIB
Reporter : Dimas Hadi Ibrahim
Editor : Dimas Hadi Ibrahim
Kategori :
Terkait
Sabtu 24-01-2026,07:00 WIB
Gubernur Jateng Siapkan Trans Jateng Koridor Gelangmanggung, Tekan Biaya Transportasi Warga
Senin 05-01-2026,11:00 WIB
Kapolres Tegal Turun Langsung Pantau Wisata dan Arus Balik
Minggu 04-01-2026,07:27 WIB
Enam Hari Pencarian, Pendaki Hilang di Gunung Slamet Belum Ditemukan
Selasa 30-12-2025,20:12 WIB
Disparta Kabupaten Semarang Akui Target Wisata Akhir Tahun Belum Tercapai
Senin 29-12-2025,13:14 WIB
Warga Keluhkan Guci Jadi Wisata 1000 Tiket, Bupati Tegal Turun Tangan
Terpopuler
Sabtu 21-02-2026,16:00 WIB
Kasus BPR Salatiga, Kuasa Hukum Tersangka Nilai Unsur Tipikor Belum Terpenuhi
Sabtu 21-02-2026,18:00 WIB
Uang Damai Ditolak Keluarga Santriwati, Pengasuh Pesantren di Jepara Dilaporkan Dugaan Pencabulan ke Polisi
Sabtu 21-02-2026,22:00 WIB
Polres Batang Minta Orang Tua Waspada Pascakejadian Pelajar Tertabrak Kereta
Sabtu 21-02-2026,14:26 WIB
Mengintip Seberapa Besar Dampak Seruan Stop Bayar Pajak di Jepara
Sabtu 21-02-2026,21:00 WIB
Berkas PAW Anggota DPRD Salatiga Heru Prastyo Masih di Proses DPP PKS, KPU Belum Terima Konsultasi
Terkini
Minggu 22-02-2026,11:01 WIB
Dua Desa di Kudus Nyaris Bentrok, Polisi Tangkap Belasan Remaja Pelaku Perang Air dan Pesta Miras
Minggu 22-02-2026,10:00 WIB
Diduga Sopir Mengantuk, Dump Truck Tabrak Bundaran Andhang Pangrenan Purwokerto
Minggu 22-02-2026,07:04 WIB
Polemik SE Takjil Memanas, LP3HI Ultimatum Wali Kota Solo Cabut Aturan
Sabtu 21-02-2026,22:00 WIB
Polres Batang Minta Orang Tua Waspada Pascakejadian Pelajar Tertabrak Kereta
Sabtu 21-02-2026,21:00 WIB