Di Sensus Ekonomi 2026 Petugas, Wali Kota Semarang Beri Contoh Masyarakat
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menerima langsung petugas Sensus Ekonomi 2026 di Balai Kota sebagai contoh kepada masyarakat. -Dok pemkot semarang-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diswayjateng.id – Sensus Ekonomi 2026 Kota Semarang kembali digenjot untuk mengejar target pendataan sebelum 31 Agustus 2026. Di tengah masih rendahnya capaian pendataan yang baru menyentuh sekitar 38 persen, langkah simbolis ditunjukkan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, dengan menerima langsung petugas sensus di ruang kerjanya di Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda, Selasa (14/7/2026).
Kehadiran petugas Sensus Ekonomi 2026 di kantor wali kota bukan sekadar agenda seremonial. Pendataan dilakukan sebagaimana terhadap masyarakat pada umumnya. Sejumlah pertanyaan mengenai aktivitas ekonomi dijawab secara langsung oleh Agustina, kemudian proses tersebut diakhiri dengan penyerahan stiker sebagai tanda partisipasi dalam sensus.
Momentum tersebut dijadikan contoh nyata bahwa pendataan ekonomi nasional dapat diikuti dengan mudah, cepat, serta aman. Melalui keteladanan itu, masyarakat diharapkan semakin percaya untuk menerima kedatangan petugas sensus ketika mendatangi rumah maupun tempat usaha.
Menjadi Contoh bagi Warga Kota Semarang
Pendataan terhadap orang nomor satu di Kota Semarang itu dilakukan sebagaimana prosedur yang diterapkan kepada seluruh responden. Tidak ada perlakuan khusus, sehingga pesan yang ingin disampaikan adalah setiap warga memiliki peran yang sama dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
BACA JUGA:Beban Kerja Berat, Sejumlah Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang Resign
Pengalaman tersebut diceritakan langsung oleh Agustina usai proses pendataan selesai.
"Saya sudah ditanya-tanya banyak hal ya, dan lancar, enggak lama kok. Dan menurut Mbak Dini (petugas sensus, red) data kita dijamin kerahasiaannya, benar enggak, Mbak?" ujar Agustina.
Pertanyaan itu langsung dijawab oleh petugas sensus, "Benar Bu Walikota."
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa seluruh informasi yang diberikan masyarakat akan dilindungi sesuai ketentuan yang berlaku sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan disalahgunakan.
BACA JUGA:Sedang Mendata Warga, Motor Petugas Sensus Ekonomi di Pemalang Raib Digondol Maling
Pendataan Baru Mencapai 38 Persen
Usai proses sensus dilakukan, rapat percepatan Sensus Ekonomi 2026 Kota Semarang langsung dipimpin oleh Agustina bersama Sekretaris Daerah, para Asisten, organisasi perangkat daerah terkait, serta seluruh camat se-Kota Semarang.
Melalui rapat koordinasi tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi petugas di lapangan dievaluasi. Beragam kendala ditemukan, mulai dari keraguan masyarakat saat diminta memberikan data hingga terbatasnya akses petugas menuju kawasan perumahan elite dan kawasan industri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



