Enam Tahun Dibina BRI, UMKM Limbah Asal Batang Ini Tembus Inacraft
Siti Tazus Salimah pemilik UMKM pengolah limbah dan ecoprint jadi binaan BRI-Disway Jateng/ Bakti Buwono-
BATANG, diswayjateng.id - Perjalanan UMKM tidak selalu dimulai dari modal besar, tetapi dari keberanian belajar dan konsistensi bertahan di tengah perubahan zaman.
Hal itu dirasakan Siti Tazus Salimah, pengusaha UMKM asal Kabupaten Batang yang selama enam tahun menjadi bagian dari pembinaan BRI melalui kolaborasi Rumah BUMN Pekalongan Raya bersama Telkom.
Usaha miliknya yang bergerak di bidang kerajinan limbah dan ecoprint perlahan tumbuh dari skala rumahan menjadi produk kreatif yang pernah tampil di Inacraft Jakarta hingga dibeli warga Pakistan.
UMKM miliknya bernama Aulia Nabila Craft yang berada di di Kembanan, Terban, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang.
BACA JUGA: Dari Gaji Warga Binaan hingga Voucher Telepon, Mengintip Ekonomi Digital Dalam Rutan Pekalongan
BACA JUGA: Cerita Revolusi Cashless Rutan Pekalongan, Dari Sidak Kotak Uang hingga Brizzi
Tazus, sapaan akrabnya, mengaku pembinaan dari BRI bukan hanya sebatas bantuan dana pameran, tetapi membuka cara pandang baru tentang bagaimana UMKM harus dikelola secara profesional.
“Kalau belajar tidak cukup satu tempat, waktu ikut kelas dari BRI itu cakrawala kami terbuka, ternyata produk harus dikemas cantik dan punya branding,” ujarnya, belum lama ini.
Pada masa awal menjadi binaan BRI Pekalongan, ia mendapat dukungan untuk mengikuti pameran UMKM di Transmart.
Dana hibah tersebut dipakai untuk menyewa stan, membayar SPG, hingga melengkapi backdrop pameran agar tampil lebih profesional.
BACA JUGA: Belajar “Cashless” di Balik Jeruji, Saat Rutan Pekalongan Menolak Uang Tunai
BACA JUGA: Mudik Duluan! Stasiun Pekalongan Diserbu 9.622 Penumpang Jelang Idul Adha
Dari ruang-ruang pelatihan itulah, Tazus mulai memahami pentingnya penghitungan Harga Pokok Produksi atau HPP, strategi packaging, teknik selling, hingga digitalisasi usaha.
Menurutnya, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya memiliki produk bagus, tetapi gagal berkembang karena tidak memahami pengelolaan usaha secara detail.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:








