Jelang IdulFitri 2026, Ketua DPRD Grobogan Turut Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional

Jelang IdulFitri 2026, Ketua DPRD Grobogan Turut Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional

Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani (kesatu kiri) saat melakukan pemantauan harga dan stok sembako di Pasar Nglejok Purwodadi, Senin (16/3/2026). (Dok Humas DPRD Grobogan)--

GROBOGAN, diswayjateng.com - Menjelang lebaran IdulFitri 1447 Hijriah bertepatan dengan tahun 2026, Ketua DPRD Grobogan, Lusia Indah Artani, memantau langsung harga sembako di Pasar Tradisional Nglejok, Kecamatan Purwodadi, Senin (16/3/2026).

Kegiatan itu berlangsung ketika Lusi, sapaan akrabnya, ikut membersamai Bupati Grobogan Setyo Hadi, Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo, Sekretaris Daerah Grobogan Anang Armunanto beserta jajaran forkopimda setempat saat melakukan peninjauan ke pasar tersebut.

Lusi pun tampak berinteraksi dengan sejumlah pedagang, sekaligus untuk mengecek harga hingga ketersediaan pasokan sembako.

Selain ke Pasar Nglejok, rombongan juga melakukan peninjauan ke SPBU dan SPBE, mengantisipasi kelangkaan BBM dan gas LPG 3kg yang biasanya akan meningkat tajam saat menjelang lebaran. Lusi meminta pihak pengelola SPBU dan SPBE untuk selalu menjaga distribusi supaya tidak terjadi antrean panjang yang mengganggu lalu lintas.

Sebelumnya, rombongan mengunjungi Pospam Polres Grobogan di Simpang Lima dan Terminal Purwodadi. Mereka memberikan apresiasi kepada petugas gabungan yang berjaga dan bertugas.

"Secara umum, semua dalam kondisi aman sampai lebaran. Kami akan terus berkoordinasi bersama pemerintah daerah untuk memantau kondisi serta situasi hingga pasca-lebaran," ujarnya kepada wartawan.

Lebih lanjut, Lusi menegaskan, meski terdapat fluktuasi (naik turun) harga pada beberapa komoditas musiman, tapi stok sembako untuk masyarakat Grobogan masih mencukupi hingga lebaran.

"Dari pantauan di Pasar Nglejok, stok bahan pokok masih aman. Begitu juga di Terminal Induk Purwodadi, fasilitas untuk pemudik sudah siap," bebernya.

Kendati demikian, Lusi menghimbau kepada seluruh masyarakat Grobogan maupun dari luar Grobogan agar tetap waspada selama perjalanan mudik dan menjaga ketertiban di tempat umum.

Sementara itu, Bupati Grobogan Setyo Hadi mengatakan, bahwa cabai merah menjadi komoditas dengan kenaikan harga tertinggi. Sedangkan komoditas lain harganya masih terjangkau.

"Hasil pantauan kami, di Pasar Nglejok, cabai merah yang agak naik. Yang lain ada kenaikan tapi agak sedikit-sedikit seperti minyak dan gula," ujarnya di sela-sela peninjauan tersebut.

Tapi menurut Setyo Hadi, saat ini yang terpenting stok untuk berbagai barang kebutuhan masih tersedia melimpah, sehingga masyarakat tak perlu merasa khawatir terkait stok, baik itu sembako maupun Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Tadi kami juga ke SPBU, stoknya ada, bahkan dilipatgandakan," bebernya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait