Sebelum Arus Mudik, Proyek Jalan Batunyana–Danasari Tegal Harus Tuntas
CEK PROYEK JALAN - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman saat meninjau proyek ruas Jalan Batunyana-Danasari bersama Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, Sabtu (14/3/2026).--
SLAWI, diswayjateng.com – Pemerintah Kabupaten Tegal mempercepat perbaikan ruas jalan Batunyana–Danasari di Desa Gunungjati, Kecamatan Bojong, menjelang arus mudik Lebaran 2026. Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menargetkan pekerjaan di jalur tersebut sudah mencapai tahap pelapisan Cold Asphalt Premix (CAP) paling lambat Selasa, 17 Maret 2026.
Target tersebut dikejar agar kondisi jalan bisa kembali lebih layak dilalui masyarakat, terutama saat mobilitas warga meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Target kami sebelum arus mudik atau Selasa, 17 Maret 2026, CAP sudah tergelar sehingga kondisi jalan jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” kata Ischak saat meninjau lokasi bersama Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, Sabtu (14/3/2026).
Ruas jalan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah akibat ambles sejak akhir 2025. Kondisi itu sempat membuat akses kendaraan menjadi sangat terbatas. Bahkan dalam beberapa waktu hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas.
Kini, setelah proses penanganan awal dilakukan, kondisi jalan mulai berangsur membaik.
“Dulu kondisinya hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Sekarang sudah mulai bisa dilewati kendaraan roda empat, meskipun perbaikannya masih terus dilakukan,” ujarnya.
Ischak menjelaskan, kerusakan jalan tersebut bukan sekadar akibat lapisan jalan yang rusak, tetapi juga dipengaruhi kondisi tanah di bawahnya yang belum stabil. Di lokasi tersebut terdapat aliran air di bawah permukaan tanah serta beberapa sumber mata air yang menyebabkan tanah mudah turun ketika diguyur hujan deras.
“Di bawah jalan ini ada aliran air dan beberapa sumber mata air. Saat hujan deras kemarin, tanahnya mengalami penurunan atau ambles,” terangnya.
Kerusakan sebenarnya sudah terjadi sejak Desember 2025. Namun pemerintah daerah tidak langsung melakukan perbaikan permanen karena kondisi tanah masih labil. Setiap kali turun hujan, tanah di lokasi tersebut kembali mengalami penurunan sehingga perlu dilakukan identifikasi terlebih dahulu.
“Kerusakan ini sudah terjadi sejak Desember. Tapi kami harus melakukan identifikasi dulu karena setiap hujan tanahnya kembali ambles. Sekarang setelah hujan mulai reda, proses pemadatan bisa segera dilakukan,” cetusnya.
Proses perbaikan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah leveling atau perataan permukaan jalan yang ambles. Setelah itu dilanjutkan dengan pengurugan menggunakan material Lapis Pondasi Agregat (LPA) untuk memperkuat struktur dasar jalan.
Setelah kondisi tanah dianggap cukup stabil, permukaan jalan sementara akan dilapisi menggunakan Cold Asphalt Premix (CAP) agar kendaraan dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman.
“Untuk sementara, menjelang Lebaran ini kita gunakan CAP sebagai finishing. Dengan begitu kondisi jalan tidak akan separah sebelumnya dan kendaraan bisa melintas lebih nyaman,” kata Ischak.
Ischak berharap percepatan perbaikan ini mampu mengembalikan kelancaran akses transportasi masyarakat di wilayah Bojong dan sekitarnya. Terlebih jalur tersebut menjadi salah satu akses penting warga dalam beraktivitas sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: