Disperkim Semarang Kekurangan Armada Perawatan Pohon, Baru Punya 7 Unit untuk 16 Kecamatan
Disperkim Kota Semarang hanya memiliki 7 armada perawatan pohon untuk 16 kecamatan. Pemkot diusulkan menambah unit guna mengantisipasi risiko pohon tumbang.-dok. warga-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com – Keterbatasan armada perawatan pohon menjadi tantangan bagi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang dalam menangani potensi pohon tumbang di berbagai wilayah. Saat ini, dinas tersebut hanya memiliki tujuh unit armada yang digunakan untuk pemeliharaan dan penanganan pohon di seluruh kota.
Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, mengakui jumlah armada tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal mengingat banyaknya pohon peneduh yang tersebar di wilayah ibu kota Jawa Tengah.
“Jumlah armada yang ada sekarang memang belum sebanding dengan jumlah pohon yang harus dirawat di Kota Semarang,” ujarnya, Minggu 9 Maret 2026.
Armada yang dimiliki Disperkim terdiri dari kendaraan skylift dan dump truk. Kedua jenis kendaraan tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan pemeliharaan, mulai dari pemangkasan ranting hingga penanganan batang pohon yang berpotensi membahayakan.
Menurutnya, kebutuhan ideal armada pemeliharaan pohon sebenarnya disesuaikan dengan jumlah kecamatan di Kota Semarang. Dengan 16 kecamatan yang ada, idealnya setiap wilayah memiliki satu armada lengkap yang dapat langsung bergerak melakukan perawatan maupun penanganan darurat.
“Jika melihat kebutuhan, seharusnya satu kecamatan memiliki satu armada yang terdiri dari skylift dan dump truk. Jadi totalnya sekitar 16 armada,” jelasnya.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pihaknya berencana mengusulkan penambahan armada baru kepada pemerintah kota. Pengadaan tersebut diharapkan dapat dilakukan secara bertahap mulai tahun ini hingga tahun mendatang.
“Tahun ini kami sudah mengusulkan pengadaan lima armada tambahan secara bertahap,” katanya.
Namun pengadaan armada tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Berdasarkan perkiraan Disperkim, harga satu unit dump truk berada di kisaran Rp600 juta, sementara kendaraan skylift yang digunakan untuk menjangkau pemangkasan pohon tinggi dapat mencapai lebih dari Rp1 miliar per unit.
“Biaya untuk satu dump truk sekitar Rp600 jutaan, sedangkan skylift harganya lebih dari Rp1 miliar,” terangnya.
Dalam operasionalnya, satu armada pemeliharaan pohon biasanya dioperasikan oleh tim yang terdiri dari tujuh hingga sepuluh petugas. Mereka bertugas melakukan pemangkasan rutin serta menangani pohon yang dinilai berpotensi membahayakan masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, Disperkim secara rutin melakukan perempelan atau pemangkasan cabang pohon, terutama pada pohon yang dinilai memiliki potensi tumbang. Kegiatan ini diprioritaskan di kawasan padat penduduk serta jalur lalu lintas utama.
“Tim kami secara rutin melakukan perempelan pada pohon yang berpotensi tumbang, terutama di kawasan ring 1 dan ring 2 yang ramai aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Selain pemangkasan, Disperkim juga melakukan inventarisasi terhadap pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang. Pendataan ini mencakup wilayah pinggiran kota atau kawasan ring 2 dan ring 3 seperti Gunungpati, Ngaliyan, Mijen, Banyumanik, hingga Tembalang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: